Segini Kerugian Pizza Hut Delivery (PHD) Akibat Kampanye Boikot Produk Israel

ED
Minggu, 10 Desember 2023 | 21:51 WIB
Bagikan
Segini Kerugian Pizza Hut Delivery (PHD) Akibat Kampanye Boikot Produk Israel

VISI.NEWS | BANDUNG - Pizza Hut Delivery (PHD) merupakan salah satu produk yang menjadi sasaran kampanye boikot produk Israel yang marak di media sosial. Kampanye ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang mengalami penindasan dan kekerasan oleh Israel.

Namun, apakah kampanye boikot ini berdampak signifikan terhadap kinerja PHD di Indonesia? Berdasarkan laporan keuangan PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA), perusahaan yang mengelola PHD di Indonesia, ternyata PHD masih mengalami kerugian hingga kuartal III 2023.

Pada periode Januari-September 2023, PZZA mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp38,95 miliar. Jumlah ini naik 9,74% dari kuartal III 2022 yang mencatatkan rugi Rp35,49 miliar.

Meskipun penjualan bersih PZZA meningkat 4,36% year-on-year (YoY) menjadi Rp2,75 triliun, namun beban pokok penjualan juga membengkak 8,71% YoY menjadi Rp927,88 miliar. Selain itu, beban penjualan juga meningkat 2,96% YoY menjadi Rp1,67 triliun.

Akibatnya, laba bruto PZZA hanya tumbuh 2,28% YoY menjadi Rp1,82 triliun, dan rugi sebelum pajak penghasilan mencapai Rp48,26 miliar, naik dari tahun lalu yang sebesar Rp40,14 miliar.

Corporate Secretary PZZA Kurniadi Sulistyomo tidak memberikan tanggapan spesifik mengenai dampak kampanye boikot terhadap kinerja perusahaan. Dia hanya mengatakan bahwa perseroan menghormati segala bentuk aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat.

"Untuk saat ini lebih bijaksana jika kami menghormati aspirasi demokrasi yang berjalan," ujarnya kepada Bisnis.com.

Sementara itu, KFC dan Pizza Hut yang berada di bawah perusahaan Yum! Brands memang belum memberikan pernyataan resmi. Namun, produk-produk tersebut menjadi target boikot karena cabangnya yang ada di Israel dianggap secara terang-terangan mendukung penjajahan Palestina.

Menurut Tirto.id, Yum! Brands memiliki 40 cabang Pizza Hut dan 20 cabang KFC di Israel. Salah satu cabang Pizza Hut bahkan pernah memposting gambar yang mengejek pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, yang sedang berpuasa di bulan Ramadan.

Kampanye boikot produk Israel ini juga berpengaruh terhadap harga saham PZZA di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Selasa (14/11/2023) pukul 14.24 WIB, saham PZZA stagnan di posisi Rp410. Dalam sepekan, saham PZZA turun 1,44%, dan sepanjang 2023 terkoreksi 24,07%¹.

Saham PZZA juga termasuk dalam daftar saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing sepanjang November 2023. Menurut data BEI, investor asing melakukan net sell sebesar Rp12,77 miliar untuk saham PZZA⁴.

Dengan kondisi ini, apakah PHD bisa bertahan di tengah kampanye boikot produk Israel? Ataukah PHD akan mengikuti jejak KFC yang pernah tutup di Indonesia pada tahun 1999 karena alasan yang sama?. Kita tunggu saja perkembangannya ke depan.

@yuli dwiyanti

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.