Sebagai Agent of Change, Mahasiswa Berpotensi Mengoptimalkan Keterbukaan Informasi Publik
Oleh karena itu, menurut Deding, muatan kurikulum yang menjadi bahan pengajaran bagi mahasiswa STAI Yapata Al-Jawami tidak hanya untuk pengembangan pada tingkat kognitif, tetapi juga afektif dan konatif atau motorik dengan memberikan pembobotan pada tingkat aplikatif. Mahasiswa tidak hanya menghabiskan waktu di meja kuliah, tetapi juga mengaplikasikan keilmuwan melalui pengabdian pada masyarakat, sehingga ketika mereka sudah lulus dapat langsung beradaftasi dengan lingkungan masyarakat.
“Bahkan mereka juga tidak hanya diajari ilmu duniawi (sains), tetapi juga ilmu syar’i yang bersumber dari kitabullah (Qur’an) dan hadist-hadist Rasulullah Muhammad Saw, sehingga siap menjadi pribadi yang paham ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta menjadi mahluk beriman dan bertakwa (imtak) kepada Allah Awt. Karena pada era ini, manusia seperti itulah yang sangat diperlukan dan akan menuntun diri dan lingkungannya pada keselamatan dunia dan akhirat,” tambah Deding Ishak.@mpa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!