Sayuran Bubuk Indonesia, Termasuk Daun Kelor, Meningkatkan Ekspor Berkat Bantuan LPEI

Desi Rossilawati
Rabu, 20 November 2024 | 21:50 WIB
Bagikan
Sayuran Bubuk Indonesia, Termasuk Daun Kelor, Meningkatkan Ekspor Berkat Bantuan LPEI
VISI.NEWS | JAKARTA - Sayuran bubuk Indonesia, termasuk yang berasal dari daun kelor, semakin diminati di pasar internasional. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memainkan peran penting dalam mendukung para pengolah produk sayuran bubuk agar dapat meningkatkan ekspor mereka. LPEI menawarkan dua program utama, yaitu Coaching Program for New Exporter (CPNE) dan Desa Devisa, untuk membantu pengusaha kecil dan desa-desa potensial memanfaatkan peluang ekspor. Melalui program CPNE, LPEI memberikan pelatihan tentang keterampilan ekspor, pemahaman regulasi pasar global, dan strategi pemasaran. Salah satu mitra yang sukses, PT Keloria Moringa Jaya, telah mengirimkan produk tepung kelor ke Australia sejak 2021, dan kini mampu mengirimkan hingga 300 kg per bulan. Pendapatan ekspor mereka mencapai sekitar US$ 5,400 per bulan. Sementara itu, melalui program Desa Devisa, LPEI mendukung desa-desa di Indonesia dalam meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran produk kelor, seperti yang terjadi di Desa Batang-Batang, Sumenep. Desa ini berhasil meningkatkan produksi bubuk kelor dari 500 kg per hari menjadi 1,5 ton per hari dan memperluas pasar ekspor ke luar negeri, terutama ke Malaysia. LPEI juga membantu dengan memberikan alat pengering dan mesin tepung untuk meningkatkan kapasitas produksi. Ekspor produk sayuran bubuk, termasuk kelor, menunjukkan prospek yang cerah, dengan nilai ekspor meningkat signifikan pada 2024, mencatatkan kenaikan 90,74% menjadi US$ 13,75 juta. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.