Saya Senang dengan Pepohonan, Namun Butuhkan juga Keanekaragaman Hayati di Kota Kita

ED
Senin, 20 Mei 2024 | 15:29 WIB
Bagikan
Saya Senang dengan Pepohonan, Namun Butuhkan juga Keanekaragaman Hayati di Kota Kita

Contoh lainnya adalah taman bermain alam di Melbourne, Australia, yang merayakan tujuh musim Wurundjeri. Motivasi merancang desain ramah lingkungan di perkotaan kini semakin menarik. Dengan populasi perkotaan global yang diproyeksikan meningkat sebesar 2,5 miliar orang dalam 30 tahun ke depan, urbanisasi adalah salah satu transformasi penting di abad ke-21.

Kota dengan keanekaragaman hayati mempunyai potensi untuk membalikkan nasib banyak spesies terancam yang bergantung pada kota dan memberikan serangkaian manfaat luar biasa yang terbukti penting bagi kelayakan hidup dan kelayakan huni kota di masa depan.

  • Profesor Sarah Bekessy memimpin Kelompok Penelitian Ilmu Konservasi Interdisipliner (ICON Science) di RMIT University, yang menggunakan pendekatan interdisipliner untuk memecahkan masalah konservasi keanekaragaman hayati yang kompleks. Dia adalah anggota dewan utama Dewan Keanekaragaman Hayati, anggota dewan Bush Heritage Australia, anggota Kelompok Ilmuwan Terkemuka WWF dan anggota Kelompok Penasihat Kayu untuk Kebaikan. Profesor Bekessy telah menerima dana dari Australian Research Council (ARC), National Health and Medical Research Council (NHMRC), Ian Potter Foundation dan European Commission.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.