Satu dari 10 Orang Penderita Diabetes Mengalami Neuropati Periferal, Sedangkan 80% Pasien belum Terdiagnosis
- Pakar Kesehatan Kenamaan Dunia bertemu di acara P&G "Demystifying Neuropathy Forum'" untuk mengulas Neuropati Periferal sebagai isu Kesehatan Publik yang kian mengkhawatirkan.
VISI.NEWS | MUMBAI - Sebagai bagian dari Minggu Kesadaran Neuropati 2023, P&G Health, mempertemukan pakar kesehatan kenamaan dunia dengan 6.000 Praktisi Medis asal Asia, India, Timur Tengah, dan Afrika di acara "Demystifying Neuropathy Forum". Digelar di Mumbai dan ditayangkan di delapan negara, acara unggulan ini mengulas panduan klinis terkini tentang pemeriksaan dan pengobatan gangguan kesehatan yang kian mengkhawatirkan, Neuropati Periferal.
Neuropati Periferal (NP) merupakan gangguan kesehatan kronis ketika sistem saraf periferal mengalami kerusakan. Gejala neuropati periferal meliputi kebas, kesemutan, rasa tertusuk dan terbakar pada kaki serta tangan. Kualitas hidup penderita NP mengalami dampak negatif, termasuk turunnya kemampuan fisik dan pola tidur yang buruk. Selain Diabetes Melitus, obesitas, penyalahgunaan alkohol, serta defisiensi vitamin B termasuk faktor-faktor berisiko tinggi yang menyebabkan kerusakan saraf periferal.
Aalok Agrawal, Senior Vice-President, P&G Health, Asia, India, Timur Tengah & Afrika, berkata, "Satu dari 10 orang dan satu dari dua penderita diabetes mengalami Neuropati Periferal. Namun, masih banyak orang tidak menyadari bahwa diagnosis awal mendukung keberhasilan pengobatan, bahkan saraf yang rusak dapat diremajakan jika kerusakan saraf belum terlalu parah. Sebagai pemimpin dalam bidang Kesehatan Saraf, P&G Health telah berkomitmen meningkatkan mutu pengobatan dan meningkatkan taraf hidup konsumen sejak 1962. Acara 'Demystifying Neuropathy Forum' mempertemukan panelis multidisipliner dari seluruh dunia dan wilayah. Dengan demikian, pakar tersebut dapat berbagi tentang rekomendasi klinis tentang asesmen dan etiologi Neuropati Periferal, serta pendekatan holistis dalam pengobatan, termasuk peran vitamin B dalam mendukung fungsi saraf yang sehat."
Berbicara di acara ini, Prof. Rainer Freynhagen, Head, Department, Anaesthesiology, Critical Care Medicine & Pain Medicine, Benedictus Hospitals Tutzing & Feldafing, Jerman, "Neuropati Periferal dan gejala nyeri yang berkaitan dengan neuropati sangat sering ditemui di tengah masyarakat. Dokter di seluruh dunia menangani jutaan pasien yang mengidap gangguan kesehatan yang mudah didiagnosis namun sulit diobati, khususnya pada tahap akhir. Sekitar 10% masyarakat di seluruh dunia mengalami gejala nyeri neuropati, dan 50% pasien ini tidak dirawat secara memadai. Meski mengidentifikasi pasien NP tergolong mudah, riset yang kini diterbitkan di berbagai negara menunjukkan, hingga 80% pasien masih luput dari diagnosis, bahkan tidak menjalani pengobatan. Banyak orang berkonsultasi dengan dokter tentang gejala nyeri yang dialaminya hanya ketika gejala ini tak tertahankan lagi. Namun, menurut saya, fakta berikut jauh lebih penting, yakni hanya kurang dari 1/3 dokter merasa yakin untuk mengidentifikasi gejala dan tanda NP. Saya merasa khawatir dengan fakta bahwa banyak dokter yang kurang memprioritaskan gejala nyeri neuropati, sekalipun gejala ini menjadi salah satu kendala terbesar yang sangat berdampak pada kualitas hidup pasien."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!