Said Abdullah Minta PT Agrinas Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Niaga dari India
Ia menilai, pengadaan 105.000 unit mobil niaga hampir setara dengan total produksi mobil niaga nasional dalam satu tahun. Jika pembelian dilakukan dari pabrikan dalam negeri, langkah itu diyakini dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif, memperluas penyerapan tenaga kerja, dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian.
“Pertimbangan efisiensi harga tidak bisa berdiri sendiri. Harus dihitung juga aspek layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, hingga jaringan bengkel. Kalau semua diperhitungkan, belum tentu impor lebih murah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Said menegaskan bahwa pengadaan kendaraan tersebut bersifat multiyears dan menggunakan dana APBN di tengah ruang fiskal yang terbatas. Karena itu, setiap belanja pemerintah harus mempertimbangkan dampak strategis terhadap penguatan rantai pasok nasional.
Ia mengingatkan agar seluruh BUMN memahami arah kebijakan Presiden yang menekankan penguatan ekonomi domestik dan kemandirian industri.
“Lebih bijak jika rencana ini tidak sekadar ditinjau ulang, tetapi dibatalkan. Uang rakyat harus kembali memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tegasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!