Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026 Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 Pembiayaan Digital Kian Diminati, SPayLater Dorong Akses Keuangan yang Aman dan Inklusif 12 Jul 2026 Legenda Timnas Argentina Antonio Rattin Meninggal Dunia 12 Jul 2026 Jans Park Tawarkan 34 Wahana dengan Tiket Mulai Rp80 Ribu 12 Jul 2026 Sebanyak 28 Kampus Dilibatkan Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf Sulsel 12 Jul 2026 Festival Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan Edukasi Masyarakat Peduli Lingkungan 12 Jul 2026

Saham GOTO Anjlok di Tengah Tekanan Regulasi Baru

Desi Rossilawati
Senin, 4 Mei 2026 | 12:18 WIB
Bagikan
Saham GOTO Anjlok di Tengah Tekanan Regulasi Baru

Ilustrasi./visi.news/ai.

VISI.NEWS | JAKARTA - Penurunan tajam saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk hingga menyentuh batas auto reject bawah di level Rp50 mencerminkan respons pasar terhadap perubahan kebijakan yang dinilai berdampak langsung pada model bisnis perusahaan. Meski kinerja keuangan menunjukkan perbaikan, sentimen eksternal justru mendominasi pergerakan harga saham.

Pada perdagangan Senin (4/5/2026), saham GOTO merosot 7,41 persen dan langsung terkunci di level terendah sejak penawaran umum perdana pada 2022. Tekanan jual yang besar terlihat dari antrean offer yang menumpuk lebih dari 92 juta lot, menunjukkan kuatnya aksi lepas saham oleh pelaku pasar.

Secara fundamental, GOTO sebenarnya mencatatkan perkembangan positif. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal pertama 2026, dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 26 persen secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun. Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyebut capaian ini sebagai hasil efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin.

"Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha," kata Hans dalam keterangannya dikutup, Senin (4/5/2026).

Namun, kinerja tersebut tertutup oleh kekhawatiran pasar terhadap dampak Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Aturan ini mengharuskan penurunan potongan tarif bagi pengemudi dari sebelumnya 20 persen menjadi minimal 8 persen. Kebijakan tersebut berpotensi menekan margin perusahaan, khususnya pada segmen layanan on demand yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama pendapatan.

Dalam konteks ini, pasar tampaknya lebih fokus pada risiko penurunan profitabilitas jangka panjang dibandingkan capaian laba jangka pendek. Ketidakpastian mengenai bagaimana perusahaan akan menyesuaikan model bisnisnya terhadap regulasi baru turut memperbesar tekanan terhadap saham.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.