Rupiah Menguat ke Rp18.062 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah./visi.news/bloombergtechnoz.
VISI.NEWS - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Meski bergerak di zona hijau, mata uang Garuda masih bertahan di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp18.062 per dolar AS atau menguat 66 poin atau 0,36 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.128 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah didorong oleh meredanya sentimen global, terutama terkait perkembangan situasi di Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya tensi di Timur Tengah menyusul rethorika Trump yang lebih lembut terhadap Iran dengan mengatakan bahwa bahwa dia mengizinkan negosiasi untuk terus berlanjut," katanya.
Meski demikian, Lukman menilai penguatan rupiah belum cukup kuat untuk membawa nilai tukar kembali ke kisaran Rp17.000 per dolar AS karena masih adanya tekanan dari faktor domestik.
"Rupiah berpotensi kembali ke 17000-an namum tidak mudah mengingat sentimen domestik masih sangat lemah," ujarnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini tercatat bervariasi. Yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,4 persen terhadap dolar AS.
Di belakang yen, ringgit Malaysia menguat 0,28 persen, disusul yuan China yang naik 0,15 persen, peso Filipina 0,14 persen, dolar Singapura 0,12 persen, baht Thailand 0,11 persen, serta dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,008 persen.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!