Rupiah Melemah, Kurs Dollar AS Hampir Sentuh Rp17.900

ED
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:42 WIB
Bagikan
Rupiah Melemah, Kurs Dollar AS Hampir Sentuh Rp17.900

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (26/5/2026). 

Pelemahan mata uang Garuda membuat sejumlah bank nasional mematok kurs jual dollar AS mendekati level Rp17.900 per dollar AS, menandai tekanan pasar yang masih kuat dipicu sentimen global dan domestik.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 12.36 WIB, rupiah berada di level Rp17.796 per dollar AS. Posisi tersebut melemah 53 poin atau sekitar 0,30 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Presiden Direktur Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.800 per dollar AS. Salah satu faktor utama berasal dari tingginya indeks dollar AS atau DXY yang masih bertahan di level 99.

Selain faktor eksternal, pasar juga masih menunggu kepastian perkembangan geopolitik terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan titik terang.

"Potensi masih melemah ke arah Rp 17.750 17.800," ujar Ariston dalam keterangannya dikutip,  Selasa (26/5/2026).

Dalam konteks ekonomi, pelemahan rupiah kali ini memperlihatkan kombinasi tekanan global dan sentimen domestik yang belum sepenuhnya pulih. Dari dalam negeri, pasar saham juga mengalami tekanan yang tercermin dari melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan akibat turunnya kepercayaan investor.

Ariston menambahkan kebutuhan valuta asing untuk repatriasi dividen pada Mei turut memperbesar tekanan terhadap rupiah.

"Di bulan Mei ini permintaan valas karena keperluan repatriasi dividen juga masih memberi tekanan ke rupiah," imbuhnya.

Sementara itu, kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor pada Senin 25 Mei 2026 berada di level Rp17.743 per dollar AS. Posisi tersebut lebih lemah dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang tercatat Rp17.717 per dollar AS.

Dampak pelemahan rupiah langsung terlihat pada kurs jual dollar AS di sejumlah bank besar nasional. Bank Tabungan Negara menjadi bank dengan kurs jual tertinggi mencapai Rp17.890 per dollar AS. Sementara Bank Rakyat Indonesia mematok kurs jual Rp17.800 dan Bank Mandiri Rp17.810 per dollar AS.

Bank Negara Indonesia dan BCA sama sama menetapkan kurs jual Rp17.835 per dollar AS. Adapun CIMB Niaga berada di level Rp17.795 dan Bank Permata Rp17.765 per dollar AS.

Dalam situasi seperti ini, pelemahan rupiah berpotensi memengaruhi biaya impor, harga barang berbahan baku luar negeri, hingga beban sektor usaha yang memiliki kewajiban pembayaran dalam dollar AS. Di sisi lain, kondisi ini juga menjadi tantangan bagi pemerintah dan otoritas moneter untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.