Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.630, Tekanan Dolar AS Masih Tinggi

Desi Rossilawati
Senin, 18 Mei 2026 | 09:47 WIB
Bagikan
Rupiah Melemah ke Rp17.630, Tekanan Dolar AS Masih Tinggi

VISI.NEWS | BANDUNG - Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026), menembus level Rp17.630 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini terjadi setelah rupiah menguat tipis ke Rp17.460/US$ pada penutupan perdagangan terakhir pekan lalu, Rabu (13/5/2026), sebelum libur panjang.

Indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,09% ke level 99,370 pada pukul 09.00 WIB, menandakan permintaan global terhadap dolar tetap tinggi. Faktor utama tekanan datang dari ketidakpastian perundingan AS-Iran yang belum menemukan solusi, sehingga investor cenderung mencari aset aman seperti dolar.

Penguatan dolar AS juga didorong ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed). Data ekonomi terbaru menunjukkan tekanan harga masih meningkat, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,581%, level tertinggi dalam setahun. Kondisi ini membuat peluang kenaikan suku bunga kembali terbuka. Beberapa pejabat The Fed menekankan bahwa menjaga inflasi tetap terkendali menjadi prioritas utama, dan kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan jika tekanan harga berlanjut.

Menurut CME FedWatch, peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember kini mencapai 48,4%, melonjak dari 14,3% pekan sebelumnya. Ekspektasi ini turut menambah tekanan pada mata uang negara lain, termasuk rupiah, yang menjadi lebih rentan terhadap depresiasi.

Pergerakan rupiah hari ini juga mencerminkan sentimen global yang lebih luas. Penguatan dolar AS selama lima hari berturut-turut memengaruhi pasar emerging market secara keseluruhan. Investor cenderung menahan mata uang lokal, sementara arus modal mengalir ke aset dolar yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Dengan kondisi ini, pelaku pasar diperkirakan akan tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter AS. Rupiah berpotensi mengalami fluktuasi signifikan hingga faktor eksternal, termasuk konflik Iran dan kebijakan The Fed, memberikan arahan yang lebih jelas bagi pasar ke depan. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.