Rupiah Melemah Dipicu Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz

Desi Rossilawati
Selasa, 5 Mei 2026 | 15:54 WIB
Bagikan
Rupiah Melemah Dipicu Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz

Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” katanya.

Di sisi domestik, sentimen ekonomi Indonesia terbilang masih positif. Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat, seiring tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) atau gaji ke-14, serta penetapan BI-Rate pada level 4,75 persen juga turut mendorong konsumsi masyarakat,” ujar dia.

Selain itu, kebijakan pemerintah dalam menjaga inflasi serta berbagai stimulus, seperti diskon tiket transportasi, pemberian tunjangan hari raya (THR), gaji ke-14, dan penetapan suku bunga acuan turut mendorong daya beli masyarakat.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menunjukkan pelemahan ke level Rp17.425 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.368 per dolar AS. @desi

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.