Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Rupiah Berpeluang Menguat seiringn Trump Tunda Serangan Iran

Desi Rossilawati
Selasa, 19 Mei 2026 | 12:00 WIB
Bagikan
Rupiah Berpeluang Menguat seiringn Trump Tunda Serangan Iran

VISI.NEWS | JAKARTA - Nilai tukar rupiah diperkirakan memiliki peluang menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan terhadap Iran. Keputusan tersebut dinilai mampu meredakan kekhawatiran pasar global yang sebelumnya meningkat akibat ancaman eskalasi konflik di Timur Tengah.

Meski pada perdagangan Selasa pagi rupiah masih bergerak melemah 17 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.685 per dolar AS, pelaku pasar mulai melihat adanya ruang penguatan setelah ketegangan geopolitik sedikit mereda.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai keputusan Trump menjadi sentimen positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran,” ujar Lukman dalam keterangannya dikutip, Selasa (19/5/2026).

Penundaan serangan tersebut terjadi setelah sejumlah negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab meminta Amerika Serikat memberi ruang bagi proses negosiasi damai dengan Iran. Trump disebut menilai peluang tercapainya kesepakatan gencatan senjata masih terbuka sehingga operasi militer ditunda sementara.

Bagi pasar keuangan global, langkah itu penting karena konflik Iran dan Amerika Serikat sebelumnya memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak internasional.

Ketika tensi geopolitik meningkat, investor biasanya cenderung mencari aset aman seperti dolar AS sehingga menekan mata uang negara berkembang. Sebaliknya, meredanya ketegangan dapat membuat aliran dana asing mulai kembali ke pasar berkembang termasuk Indonesia.

Namun Lukman mengingatkan penguatan rupiah kemungkinan tidak akan berlangsung terlalu besar karena pasar masih dibayangi sentimen domestik, terutama menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.