Rumah Subsidi Tak Sekadar Murah, Ini Cara Memastikan Kualitas dan Keamanannya
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 24 Juni 2025 | 00:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Rumah subsidi terus menjadi opsi favorit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk generasi muda seperti Gen Z dan pembeli rumah pertama. Skema hunian terjangkau ini disediakan pemerintah melalui program seperti FLPP, SSB, dan BP2BT, dengan batas penghasilan penerima maksimal Rp 12 juta (lajang) dan Rp 14 juta (pasangan).
Dengan harga jual mulai dari Rp 150,5 juta hingga Rp 219 juta, rumah subsidi dibangun dengan ukuran bangunan antara 21 hingga 36 meter persegi, bahkan sedang diwacanakan 18 meter persegi di kawasan perkotaan.
Hingga Mei 2025, pemerintah melalui BP Tapera mencatat penyaluran KPR FLPP telah mencapai 220.000 unit.
Namun, calon pembeli harus selektif dan cermat dalam memilih rumah subsidi. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Kelayakan Penerima Subsidi
Pembeli harus WNI berusia minimal 21 tahun, belum memiliki rumah, dan belum pernah menerima subsidi sebelumnya. Kelayakan bisa dicek melalui aplikasi SiKasep milik Kementerian PUPR.2. Lokasi Strategis
Pilih lokasi yang dekat akses transportasi, fasilitas umum, dan bebas banjir. Lokasi seperti Tangerang dan Depok kerap lebih diminati dibanding kawasan pinggiran seperti Karawang karena akses ke Jakarta lebih mudah.3. Legalitas Dokumen
Pastikan rumah memiliki sertifikat HGB/HM yang valid, IMB/PBG, serta bukti pembayaran PBB. Gunakan aplikasi Sentuh Tanahku atau konsultasikan dengan notaris untuk menghindari risiko penipuan.4. Kualitas Bangunan
Periksa langsung unit contoh untuk melihat kualitas material, struktur, dan sirkulasi udara. Rumah yang sehat seharusnya memiliki ventilasi baik dan bahan bangunan tahan lama.5. Skema Pembiayaan
Bandingkan harga dengan plafon yang ditetapkan pemerintah. KPR FLPP umumnya menawarkan bunga tetap 5%, uang muka 1%, dan tenor hingga 20 tahun. Pastikan cicilan sesuai kemampuan keuangan.6. Reputasi Pengembang
Pilih pengembang yang terdaftar dalam asosiasi resmi seperti REI atau Apersi. Lakukan riset terhadap proyek-proyek sebelumnya.7. Potensi Pengembangan Rumah
Pertimbangkan kemungkinan renovasi di masa depan. Periksa kekuatan struktur awal dan aturan KDB setempat. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!