Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026

Ruby Syiffadia: Perempuan dan Generasi Muda Harus Jadi Pilar Perdamaian Dunia

Desi Rossilawati
Rabu, 14 Mei 2025 | 04:45 WIB
Bagikan
Ruby Syiffadia: Perempuan dan Generasi Muda Harus Jadi Pilar Perdamaian Dunia
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ruby Chairani Syiffadia, menekankan pentingnya peran perempuan dan generasi muda dalam membangun perdamaian serta menciptakan solusi berkelanjutan dalam penyelesaian konflik global. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti 12th Conference of Muslim Women Parliamentarians, yang merupakan bagian dari rangkaian Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta. “Persidangan hari ini menurut saya sangat personal. Sebagai anggota parlemen yang muda dan juga perempuan, sangat penting bagi kita untuk menyuarakan suara generasi muda, terutama perempuan-perempuan,” ujar Ruby melalui keterangan yang diterima, Selasa (13/5/2025). Dalam pandangannya, investasi terhadap generasi muda, khususnya perempuan, merupakan pondasi penting dalam pembangunan perdamaian yang berkelanjutan (peace building) serta penyelesaian konflik yang efektif. Ia menegaskan bahwa generasi muda adalah masa depan bangsa yang harus diberdayakan sejak dini. “Jika kita berbicara tentang peacebuilding dan juga sustainable solution untuk conflict resolution, yang paling penting sebenarnya adalah investasi terhadap anak-anak muda kita. Kita harus memastikan perempuan muda Indonesia bisa menyuarakan pendapat, percaya diri atas identitas dan keyakinannya,” tegas Ruby. Legislator Dapil Lampung I ini juga menyoroti pentingnya empati dalam kepemimpinan politik, dan bagaimana perempuan dengan kepekaan sosial yang tinggi berpotensi menjadi agen perubahan yang kuat. “Wanita-wanita di panggung politik harus memiliki empati tinggi. Karena empati itulah yang akan membantu menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Ruby menilai Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam pemberdayaan perempuan, apalagi melihat fakta bahwa mayoritas pemilih dalam Pemilu Legislatif dan Pilpres terakhir adalah perempuan. “Most of our voters are women. Dan itu sangat penting sekali untuk kita memprioritaskan wanita-wanita di Indonesia dan menyuarakan concern mereka,” ujarnya. Ruby menutup dengan menyerukan pentingnya kolaborasi antar parlemen negara-negara anggota OKI dalam menyelesaikan isu-isu perempuan secara kolektif, tidak hanya terbatas pada lingkup nasional, tetapi juga regional dan global. “Acara hari ini sangat penting untuk mengidentifikasi masalah yang dirasakan masyarakat, terutama perempuan Indonesia. Kita harus mencarikan solusi bersama bukan hanya dari parlemen Indonesia, tapi juga bersama tetangga-tetangga negara kita,” pungkasnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.