RSUD Majalaya Menggelar Acara Hari Peringatan Thalassemia Sedunia
VISI.NEWS | MAJALAYA - Dalam memperingati Hari Thalassemia Sedunia (World Thalassemia Day) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, menggelar acara bertema "Strengthening Education to Bridge The Thalassemia Care Gap" bertempat di halaman Gedung Alamanda, Sabtu (3/5/2023).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip,. M.Si., Asspemkesra Agus Firman, Ketua TP PKK Kab. Bandung, Emma Dety Permanawati, jajaran Direksi dan Staff RSUD Majalaya, Forkopimcam Majalaya, PMI Kota Bandung, komunitas Relawan Donor Darah dan Thalassemia Indonesia (REDTI) serta unsur lainnya.
Direktur RSUD Majalaya, Dr. Hj. Yuli Irnawaty Mosjasari, M.M., menyebutkan bahwa Indonesia memiliki angka penyandang Thalassemia tertinggi di Dunia, Provinsi Jawa Barat yang paling tinggi angkanya.
"Bandung Raya, salah satunya Kabupaten Bandung yang menjadi sabuk tertinggi dimana prefelensi mengatakan sekitar 5% itu terlahir dari pembawa sifat Thalassemi, dan RSUD Majalaya tengah menangani 130 penderita Thalassemi dari usia yang terkecil 1 tahun sampai yang terakhir ada di usia 50 tahun tetapi sudah meninggalkan kita semua, dan sekarang yang paling tertua penderita Thalassemi berumur 37 tahun, " ujar Dirut RSUD Majalaya dalam sambutannya.
Pengobatan penderita Thalassemi tersebut, dikatakan Yuli, sangat membutuhkan biaya yang tinggi, ada yang seminggu sekali sampai sebulan sekali untuk melakukan transfusi.
"Karena sumber hidupnya adik-adik kita ini harus dari transfusi dan tablet klasi besi, terima kasih untuk kalian semuanya yang masih semangat dan berjuang dalam kehidupan.
Thalassemia belum dapat disembuhkan tetapi dapat dicegah, seperti dengan cara di screening pada bayi baru lahir, kepada pasangan menjelang pernikahan.
"Minimal pencegahan dari orang terdekat dahulu yaitu keluarga kita, dan saya ucapkan terima kasih kepada yang telah memberikan bantuannya kepada kami, dan relawan, termasuk support dari Pemda dan semua stakeholder pemerhati Thalasemia," ungkapnya.
Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung Dr. H.M. Dadang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya akan turut membantu dalam hal pencegahan penderita Thalassemia.
"Jika dengan adanya screening tadi dan Terdeteksi, kami akan buatkan surat kepada Menteri Kesehatan RI dan Presiden Joko Widodo untuk bagaimana mencarikan solusi, insya Allah kita bantu, Kita anggarkan untuk penyandang penderita Thalassemia dalam rapat anggaran belanja nanti, " ujar bupati.
Lebih lanjut dikatakan orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu, bantuan yang akan diberikan nantinya tidak hanya kepada penderita Thalassemia saja, termasuk akan memberikan bantuan pendidikan dan modal usaha untuk para keluarganya.
"Hal itu agar perekonomiannya juga dapat terbantu. Bagi keluarganya, mohon maaf dalam hal ini yang kurang mampu, saya akan memberikan bantuan modal usaha, termasuk nanti pendidikan dari TK/SD hingga beasiswa sampai perguruan tinggi gratis dari saya," bebernya.
Selain itu pula dalam kesempatan tersebut, Emma Dety Permanawati dikukuhkan sebagai Bunda Thalassemia oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!