Romansa Kisah Cinta Warga Kota Diangkat dalam Film "Solo Love Story"

ED
Rabu, 23 Februari 2022 | 17:09 WIB
Bagikan
Romansa Kisah Cinta Warga Kota Diangkat dalam Film "Solo Love Story"

VISI.NEWS | SOLO - Di Kota Solo ada kisah cinta yang sengaja diangkat sebagai bahan tontonan bagi siapa saja. Kisah cinta pribadi dari 3 pasangan yang masing-masing merupakan generasi yang berbeda dan berbeda juga latar belakang sosialnya, diangkat dalam film pendek "Solo Love Story".

Kisah cinta dalam "Solo Love Story" adalah sebuah film dokumenter karya sineas muda, Fanny Chotimah. Dalam filmnya, penulis skenario sekaligus sutradara mencoba mencari hubungan antara kota dengan romansa warganya lewat kisah tiga pasangan berbeda-beda generasi.

Dalam perbincangan dengan wartawan, di Balai Kota Solo, Rabu (23/2/2022), Fanny Chotimah, menjelaskan, pasangan pertama dalam film "Solo Love Story adalah tokoh Bu Ning dan Pak Tris. Keduanya merupakan sosok generasi sepuh yang sepanjang hayatnya mengabdikan diri untuk melukis wayang beber.

Tokoh kedua adalah pasangan Vera dan Imron, yang kisah cintanya dalam pertemuan di Kota Solo bermula pada menjelang Reformasi 1998. Sedangkan kisah cinta tokoh ketiga, adalah pasangan Devita dan Yogi yang berkenalan lewat media sosial Twitter dan merupakan representasi generasi milenial masa kini.

"Saya sendiri merupakan pendatang di Kota Solo. Film Solo Love Story adalah bukti cinta saya kepada Kota Solo. Film yang tidak hanya membahas cinta saja, tetapi juga membahas tentang zaman," katanya seperti dilaporkan wartawan VISI.NEWS dari Solo.

Film "Solo Love Story" yang berdurasi sekitar 50 menit, menurut Fanny Chotimah, proses kreatifnya tidak memakan waktu lama. Ketiga tokoh yang berpasangan tersebut, dia pilih karena mewakili tiga generasi yang berbeda.

Fanny beralasan, kenapa dia memilih setting Kota Solo dalam filmnya, karena "Solo Love Story" merupakan film dokumenter untuk promosi pariwisata. Sedangkan Kota Solo secara realistis merupakan kota yang dikenal ramah, terkenal serba murah dan juga nyaman.

Dalam film dokumenter karyanya, Fanny Chotimah sebagai penulis skenario sekaligus sutradara mencoba mengangkat sisi lain dan cerita lain dari Kota Solo, terutama cerita tentang jalinan cinta para tokoh.

Fanny percaya, sebenarnya banyak sekali cerita-cerita lain, narasi-narasi lain yang bisa dieksplorasi dari kota Solo. Sehingga, muara akhirnya kisah para tokoh yang diangkat dalam filmnya "Solo Love Story" mampu mengkondisikan pariwisata dan budaya Kota Solo.

Ketika film "Solo Love Story" ditayangkan di Bale Tawangarum Balai Kota Solo, Chief Of Corporate Strategy Kumparan, Andrias Ekoyuono, sebagai produser menyatakan, pihaknya menyambut positif pembuatan film "Solo Love Story" yang merupakan film dokumenter untuk promosi potensi pariwisata di Kota Solo.

Cerita dalam film tersebut, lebih banyak berupa kisah ketiga pasangan yang secara monoton bercerita tentang liku-liku kehidupan di Kota Solo, kisah pertemuan setiap pasangan sampai mereka menjadi suami-isteri dan kisah tentang aktivitas sehari-hari. Di beberapa bagian skene disisipkan suasana Kota Solo, seperti suasana pasar, pertokoan, jalanan dan sebagainya.@tok

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.