ROKLive Jakarta: Persembahan Rockwell Automation Bagi Industri 4.0 di Indonesia

ED
Kamis, 3 Agustus 2023 | 08:26 WIB
Bagikan
ROKLive Jakarta: Persembahan Rockwell Automation Bagi Industri 4.0 di Indonesia

VISI.NEWS | JAKARTA - Rockwell Automation, perusahaan terbesar di dunia yang bergerak dalam industri otomatisasi dan transformasi digital, akan mengadakan acara ROKLive Jakarta yang pertama pada 3 Agustus 2023 setelah sukses menggelar ROKLive di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada awal tahun ini.

Acara ini akan mengulas kesuksesan manufaktur bagi sejumlah industri penting di Indonesia, seperti barang konsumen dalam kemasan (consumer packaged good/CPG), makanan dan minuman (F&B), pertambangan, minyak bumi dan gas alam, ilmu hayati (life science), air dan air limbah, otomotif, serta ban.

ROKLive Jakarta akan membahas sejumlah manfaat yang diperoleh dari otomatisasi dan transformasi digital sebagai motor penggerak efisiensi, keberlanjutan, dan pertumbuhan di industri manufaktur.

Acara ini juga akan mengadakan pameran interaktif yang memperlihatkan solusi terbaru Rockwell Automation dan anggota program PartnerNetwork™. Rangkaian forum industri di acara ini turut menghadirkan dialog terbuka antara pembicara dan panelis sekaligus memfasilitasi diskusi kolaboratif tentang cara mengatasi tantangan industri di Indonesia.

Adi Darmadi, Country Manager, Rockwell Automation Indonesia, menyampaikan bahwa: "Melalui paparan dan informasi teknologi terbaru di ROKLive Jakarta, pakar industri akan membagikan perspektif dan panduan penting yang seraya memudahkan peserta acara untuk dapat menentukan pendekatan terbaik untuk merealisasikan target transformasi yang diinginkan. Acara ini membekali kalangan perusahaan dengan wawasan dan sarana yang memenuhi kebutuhan sektor manufaktur hari ini, besok, dan masa yang akan datang, serta menjawab tantangan industri secara efektif."

Menurut studi Journal of Science and Technology Policy Management, implementasi Industri 4.0 akan memperkuat sektor manufaktur Indonesia. Laporan ini juga mengungkap beberapa kendala seperti kebijakan industri 4.0 yang saat ini masih bersifat ambigu, investasi dengan risiko yang lebih tinggi, kerja sama data (data sharing) yang tidak aman, serta kurangnya keahlian dan insentif sehingga menghambat implementasi Industri 4.0 skala besar.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.