Robot Ikut Lari, Internet Ngebut! Marathon China Masuk Era 5G-A
Daya tarik utama event ini terletak pada kehadiran robot humanoid yang ikut berlari bersama manusia. /visi.news/ist
Namun, daya tarik utama event ini terletak pada kehadiran robot humanoid yang ikut berlari bersama manusia. Ini menjadi pertama kalinya di dunia sebuah half-marathon menghadirkan format kompetisi campuran antara manusia dan robot.
Robot-robot tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu navigasi otonom dan kendali jarak jauh. Mereka berlari di lintasan yang sama dan dinilai menggunakan sistem waktu campuran.
Setiap robot membutuhkan koneksi uplink sekitar 10 Mbps untuk menjalankan berbagai fungsi penting seperti pengiriman video, penginderaan lingkungan, kontrol gerak, hingga navigasi mandiri.
Untuk memastikan performa optimal, jaringan menyediakan kanal khusus dengan akurasi posisi hingga sub-desimeter dan latensi end-to-end kurang dari 30 milidetik. Teknologi ini memungkinkan robot menghindari rintangan, berbelok, hingga berlari dengan presisi tinggi.
Kehadiran robot dalam ajang ini bukan hanya gimmick teknologi. Ini menjadi langkah nyata dalam mendorong adopsi kecerdasan buatan berbasis fisik atau embodied AI dalam kehidupan nyata.
Wakil General Manager China Unicom Beijing, Qin Yang, menyebut bahwa 5G-A dan AI kini menjadi fondasi utama transformasi digital, termasuk dalam dunia olahraga.
Ia menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat infrastruktur digital, mulai dari konektivitas hingga keamanan, guna mendukung pertumbuhan industri berbasis AI di masa depan.
Sementara itu, Vice President Huawei untuk Wireless Network Business Marketing, Samuel Chen, menilai event ini sebagai gambaran nyata masa depan integrasi teknologi mobile dan kecerdasan buatan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!