Risiko Gangguan Pendengaran Akibat Penggunaan Headset Berlebihan
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 20 Maret 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Penggunaan perangkat audio seperti headset, earphone, dan headphone dalam durasi lama serta volume tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran pada remaja. Hal ini disampaikan oleh dr. Andrey Dwi Anandya, Sp.THT-BKL dari Universitas Sriwijaya dalam webinar Hari Pendengaran Sedunia 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Menurut dr. Andrey, gangguan pendengaran akibat paparan suara bising atau Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) semakin sering terjadi pada remaja. Banyak dari mereka menggunakan perangkat audio untuk mendengarkan musik, menonton video, atau bermain gim tanpa menyadari bahwa paparan suara keras dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pendengaran.
Gangguan pendengaran ini berkembang secara bertahap dan sering tidak disadari. Beberapa gejala awal yang patut diwaspadai meliputi:
- Kesulitan mendengar suara pelan atau konsonan tertentu seperti 'S', 'F', dan 'Th'.
- Sulit memahami percakapan di lingkungan bising.
- Munculnya suara berdenging di telinga (tinnitus).
- Menurunnya kemampuan akademik akibat kesulitan memahami instruksi di kelas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!