Rindu Baitullah Jadi Motivasi Peserta Seleksi Petugas Haji NTB
Sejumlah calon PPIH melakukan registrasi sebelum memulai proses ujian berbasis CAT di UPT BKN Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (5/9/2026)./visi.news/antara.
VISI.NEWS - Kerinduan untuk kembali mengunjungi Baitullah menjadi salah satu motivasi peserta dalam mengikuti seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1448 Hijriah/2027 Masehi di UPT BKN Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Salah satu peserta, Adiyansah, mengaku keinginannya kembali ke Tanah Suci menjadi dorongan untuk mengikuti seleksi petugas haji tahun ini.
"Tahun 2025, saya pergi umroh sama isteri. Bulan lalu, isteri berangkat sendiri, sehingga saya juga ingin berangkat lagi. Mungkin di sini ada jalan untuk saya berangkat lagi ke Tanah Suci, saya ada rasa rindu dengan Baitullah," kata peserta PPIH bernama Adiyansah dalam keterangannya dikutip, Sabtu (5/9/2026).
Pria berusia 38 tahun tersebut sehari-hari bekerja sebagai staf notaris di Kabupaten Dompu. Dalam seleksi PPIH, ia memilih formasi layanan transportasi yang disesuaikan dengan latar belakang dan kemampuannya.
Adiyansah mengatakan seleksi calon petugas haji kali ini merupakan pengalaman pertamanya. Ia berharap dapat lolos melalui formasi yang dipilihnya.
"Saya daftar untuk divisi transportasi, karena usia masih muda, sehingga kemungkinan lulus lebih maksimal," ucap Adiyansah.
Tempuh Perjalanan 12 Jam dari Dompu
Adiyansah mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk mengikuti seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung selama 90 menit di UPT BKN Mataram.
Ia tiba di Mataram pada Jumat tengah malam setelah menempuh perjalanan sekitar 12 jam dari Kabupaten Dompu. Pada Sabtu pagi, ia langsung mengikuti ujian CAT yang menggunakan sistem serupa dengan seleksi calon Aparatur Sipil Negara (ASN).
Peserta lainnya, Partoyo, mengikuti seleksi PPIH untuk formasi layanan konsumsi. Berbeda dengan Adiyansah, Partoyo belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci, termasuk untuk melaksanakan ibadah umrah.
Partoyo sehari-hari bekerja sebagai aparatur sipil negara di UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Mataram. Ia mengatakan motivasinya mengikuti seleksi adalah keinginan memberikan pelayanan kepada jamaah haji.
"Motivasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu-tamu Allah dan mudah-mudahan itu bisa menjadi pintu awal keberkahan," ujar pria berusia 50 tahun tersebut.
24 Peserta Ikuti Seleksi CAT di Mataram
Dalam pelaksanaan seleksi CAT calon PPIH 2027 di NTB, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB mencatat terdapat 27 peserta yang terdaftar.
Namun, tiga peserta tidak hadir sehingga hanya 24 orang yang mengikuti ujian. Peserta mengikuti seleksi untuk sejumlah bidang pelayanan, antara lain:
-
Media center
-
Akomodasi
-
Konsumsi
-
Transportasi
-
Layanan lansia
-
Pembimbing ibadah
-
Bidang pendukung lainnya
Seleksi PPIH Kini Digelar di Daerah
Kemenhaj menyebar lokasi ujian calon PPIH ke sejumlah daerah dengan menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kebijakan tersebut dilakukan agar peserta dari daerah tidak perlu datang ke Jakarta untuk mengikuti seleksi.
Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Akhmad Fauzin, mengatakan pelaksanaan ujian CAT di daerah menjadi mekanisme baru dalam proses rekrutmen calon petugas haji tahun ini.
"Tahun lalu kami pusatkan di Jakarta, sehingga ketika (seleksi) di Jakarta menjadi sangat padat. Oleh karena itu, kami sebar di seluruh Indonesia bekerja sama dengan BKN," jelas Fauzin.
Penyebaran lokasi ujian di berbagai daerah diharapkan membuat proses seleksi lebih efektif sekaligus memudahkan peserta yang berasal dari luar Jakarta.
Peserta yang dinyatakan lolos tes CAT selanjutnya berhak mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan dan bimbingan teknis untuk menjadi petugas haji 2027.
Bimbingan teknis tersebut direncanakan berlangsung sekitar satu bulan dengan metode pembelajaran secara luring dan daring, serta pendidikan dan pelatihan.
Kepala UPT BKN Mataram Waisul Qarni mengapresiasi kepercayaan Kemenhaj kepada BKN dalam pelaksanaan seleksi calon PPIH di wilayah NTB.
Ia berharap proses seleksi berbasis CAT dapat berjalan transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenhaj yang telah mempercayakan BKN untuk melakukan seleksi calon PPIH," pungkas Qarni.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!