Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU
Ilustrasi. /visi.news/ai
VISI.NEWS – Ribuan personel gabungan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Pagar Nusa diterjunkan untuk memperkuat pengamanan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026), menyusul terjadinya kericuhan di luar arena persidangan muktamar.
Langkah pengamanan ekstra dilakukan menjelang pelaksanaan Sidang Pleno V setelah situasi di sekitar Gedung Serbaguna (SGS) sempat memanas akibat aksi protes sejumlah massa yang berada di luar area persidangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan personel Banser dan Pagar Nusa mulai berkumpul di sisi kiri depan Gedung Serbaguna sekitar pukul 15.45 WIB. Mereka menerima arahan langsung dari pimpinan pengamanan sebelum disebar ke sejumlah titik strategis di kawasan muktamar.
Anggota Satkornas Banser yang juga Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Gus Zaki, mengatakan pihaknya telah menyiapkan total 1.200 personel Banser untuk membantu mengamankan seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU.
“Alhamdulillah, atas perintah Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, 1.200 pasukan Banser disiapkan untuk hari ini guna mengamankan arena Muktamar,” ujar Gus Zaki usai memberikan pengarahan kepada pasukan pengamanan.
Menurutnya, penguatan pengamanan dilakukan sebagai respons atas insiden yang terjadi pada siang hari di luar arena persidangan.
“Mulai sore hari ini kita perlu mengamankan arena karena tadi siang terjadi sedikit kekisruhan di luar arena Aula Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang,” katanya.
900 Personel Siaga di Arena
Dari total kekuatan yang disiapkan, sekitar 600 personel Banser langsung ditempatkan di lokasi persidangan. Mereka diperkuat oleh 300 anggota Pagar Nusa yang berada di bawah koordinasi Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil.
“Khusus sore ini disiapkan 600 orang pasukan Banser, sementara Pagar Nusa sejumlah 300 orang siaga mengamankan bersama Banser,” jelas Gus Zaki.
Para personel ditempatkan pada sejumlah titik akses masuk menuju arena sidang, area sekitar Gedung Serbaguna, hingga jalur yang menjadi pusat mobilitas para muktamirin.
Pengamanan juga difokuskan pada satu komando untuk memudahkan koordinasi apabila terjadi perkembangan situasi yang memerlukan tindakan cepat.
“Penjagaan akan lebih dipertebal dari hari biasanya agar tidak terjadi seperti siang tadi, ada outsider yang masuk mengacaukan arena Muktamar,” tegasnya.
Gus Zaki berharap seluruh elemen Nahdliyin dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban sehingga pelaksanaan muktamar dapat berlangsung aman dan sukses.
“Kami berharap seluruh pihak turut mengamankan dan menyukseskan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama ini,” ujarnya.
Berawal dari Sidang Pleno IV
Sebelumnya, Muktamar ke-35 NU memasuki Sidang Pleno IV yang membahas proses tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Persidangan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang Zuhur berjalan relatif kondusif, meski sempat diskors sekitar 15 menit.
Dalam sidang tersebut, KH Muhibbul Aman Aly menyampaikan pesan para masyayikh kepada peserta muktamar terkait ketentuan pencalonan Ketua Umum PBNU.
Didampingi Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU Prof. M. Nuh, ia menegaskan bahwa masa iddah bagi calon ketua umum tetap mengacu pada Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang berlaku.
“Masa iddah minimal satu tahun untuk bisa maju sebagai calon ketua umum,” ujar KH Muhibbul Aman Aly di hadapan para muktamirin.
Menurutnya, ketentuan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga marwah dan tata kelola organisasi Nahdlatul Ulama.
Usai penyampaian pesan tersebut, pimpinan sidang KH Muhammad Kholil Nafis mengetukkan palu sebagai penanda berakhirnya sesi, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Al-Fatihah oleh peserta sidang.
Massa Protes di Luar Arena
Setelah sidang diskors dan peserta memasuki waktu istirahat Zuhur, situasi di luar arena mulai ramai. Sejumlah massa pendukung yang mengatasnamakan barisan Gus Yusuf terlihat berkumpul di area belakang sebelah kiri Gedung Serbaguna.
Mereka menyampaikan keberatan dan protes terhadap sejumlah keputusan yang berkembang dalam persidangan.
Aksi tersebut memicu ketegangan dan kerumunan yang kemudian berkembang menjadi kericuhan di luar arena. Meski tidak sampai mengganggu jalannya persidangan secara langsung, situasi tersebut menjadi perhatian serius panitia dan aparat pengamanan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan lanjutan, pengamanan kemudian diperkuat secara signifikan menjelang dimulainya Sidang Pleno V.
Hingga Ahad petang, rangkaian Muktamar ke-35 NU masih berlangsung dengan sejumlah agenda penting yang akan menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi ke depan. Dengan tambahan ratusan personel Banser dan Pagar Nusa, panitia berharap seluruh tahapan persidangan dapat berjalan tertib, aman, dan kondusif hingga muktamar berakhir.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!