Replika Grand Mosque UEA Hadiah untuk Presiden Jokowi Hampir Rampung
VISI.NEWS | SOLO - Masjid raya hadiah Pangeran Uni Emirat Arab (UEA), Syeikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Jokowi, yang dibangun di Kota Solo telah hampir rampung dan siap diresmikan tepat waktu.
Bangunan masjid dengan arsitektur mirip Grand Mosque UEA. di Abu Dhabi tersebut, akan diresmikan Presiden Jokowi bersama Pangeran UEA, Syeikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, pada 17 November 2022 mendatang.
Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, ketika meninjau perkembangan pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed yang didirikan di lahan bekas kawasan tangki Pertamina di Gilingan, Rabu (19/10/2022), menyatakan, progres pembangunan sudah mencapai 91,2 persen atau lebih cepat dari rencanakan 89,2 persen.
"Kontraktor PT Waskita tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan, seperti dinding marmer, finishing lantai, plafon dan pekerjaan MEP. Progres pembangunannya, dalam rapat dengan Setpres kemarin dilaporkan mencapa691,2 persen. Jadi, secara fisik tinggal beberapa pekerjaan finishing yang minggu ini akan selesai," ujarnya kepada wartawan di sela peninjauan.
Teguh menegaskan, secara keseluruhan pengerjaan proyek masjid hibah dari Pangeran UEA itu akan selesai 3 hari menjelang peresmian pada 17 November 2022.
"Saat ini pagar sudah dibuka. Tetapi masyarakat belum bisa masuk dan masih dalam pengawasan. Nanti setelah peresmian, kewenangan pengelolaan diserahkan ke Kemenag. Kita harapkan secepatnya bisa dimanfaatkan masyarakat umum," jelasnya.
Project Manager Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Adriansyah Perdana, mengungkapkan. masjid hadiah Pangeran UEA kepada Presiden Jokowi itu merupakan replika Grand Mosque UEA. Di bangunan 2 lantai termasuk di halaman depan dan samping, dapat menampung sampai 10.000 jamaah.
"Kapasitas normal di dalam gedung itu dapat menampung 4.000 orang. Kalau dipakai maksimal, termasuk area eksternal di halaman samping dan depan bisa menampung 10.000 orang," tutur Adriansyah.
Project manager masjid Sheikh Al Zayed itu menambahkan, fasilitas di kawasan masjid dilengkapi tempat parkir di sisi belakang dengan daya tampung 28 bus dan 50 sepeda motor. Namun di kawasan masjid yang megah itu tidak disediakan kawasan parkir untuk mobil pribadi.
"Masjid Raya Sheikh Al Zayed memang dirancang dengan konsep untuk umum. Sehingga fasilitasnya lebih banyak berupa sarana publik. Jadi tempat parkir untuk kendaraan pribadi memang tidak direkomendasi," sambungnya. Menyinggung arsitektur masjid, katanya, kalau dilihat tampak luar seperti hanya satu lantai. Namun, di bagian dalam masjid dirancang satu setengah lantai.
"Sisi bawah bangunan utama dipisah dengan bagian atas. Pemisahan itu untuk jamaah pria dan wanita. Di lantai atas untuk wanita hanya 20 persen. Sedang yang di bawah untuk jamaah pria lebih dominan, yaitu dapat menampung 80 persen total jamaah," pungkasnya.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!