Repelita ke-14, Perjalanan Tiongkok Menuju Kesejahteraan Umum
VISI.NEWS | BEIJING - Pada dekade 1980-an, Tiongkok memperbolehkan beberapa orang memupuk kekayaan demi membantu orang lain secara bertahap guna mencapai target nasional, yakni kesejahteraan umum. Kini, kesejahteraan umum menjadi jalur prioritas untuk memberikan kebahagiaan kepada semua orang.
Pada 2021, Tiongkok berhasil mencapai target membangun masyarakat dengan tingkat kesejahteraan moderat dalam seluruh aspek (dijuluki "Xiaokang" dalam bahasa Mandarin). Tiongkok pun membuat awal yang baik pada periode Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) Ke-14 (2021-2025).
"Agar setiap orang memperoleh kehidupan yang lebih baik, kita tidak boleh puas dengan pencapaian yang telah diraih, sebab masih banyak hal yang harus dilalui," ujar Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam sambutan Tahun Baru pada Jumat lalu.
Mengikuti cetak biru
Pada tahun pertama Repelita Ke-14, Tiongkok menjalankan cetak biru yang menitikberatkan filosofi yang berorientasi pada rakyat. Tiongkok juga memprioritaskan pengembangan paradigma pembangunan baru, memperkuat peran inovasi, serta memajukan transformasi ramah lingkungan dalam pembangunan sosial dan ekonomi.
Filosofi yang berorientasi pada rakyat telah menjadi kunci sukses dalam pencapaian Tiongkok yang luar biasa sepanjang dekade terakhir. Filosofi ini juga akan mengarahkan Tiongkok menuju kesejahteraan umum. Setelah sukses mengentaskan kemiskinan ekstrem di seluruh negeri dan mencapai target "Xiaokang", Tiongkok mengawali perjalanan baru menuju modernisasi sosialis dan revitalisasi nasional.
"Ke depan, kita harus tetap menjangkau rakyat demi membuat sejarah," kata Xi yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (CPC) dalam sebuah sambutan di acara perayaan hari jadi CPC ke-100 pada 1 Juli. Dia bertekad, CPC akan menjawab kebutuhan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan umum bagi semua orang.
Para pemimpin Tiongkok telah menegaskan pentingnya menciptakan dan memupuk aset sosial, sedangkan, di sisi lain, mencegah polarisasi. Pertama, seluruh rakyat Tiongkok harus bersatu padu agar "kue pembangunan" menjadi lebih besar dan lebih baik; lalu, "kue pembangunan" ini harus dibagi dengan adil lewat cara-cara kelembagaan yang tepat. Hal tersebut terungkap dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah ajang Central Economic Work Conference pada Desember lalu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!