Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 4 Kelompok Akan Demo 27 Agustus di Jakarta, Ini Daftar Tuntutannya 26 Aug 2026 Soal Pernyataan Budi Arie, TB Hasanuddin Beri Sindiran Menohok 26 Aug 2026 Revaldo Jadi Tersangka Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026

Rencana Pemekaran Ditjen Pendis Mendapat Dukungan

ED
Senin, 3 Maret 2025 | 20:40 WIB
Bagikan
Rencana Pemekaran Ditjen Pendis Mendapat Dukungan

VISI.NEWE | JAKARTA – Rencana Wakil Menteri Agama RI Romo Muhammad Syafi’i untuk melakukan transformasi pendidikan agama dan keagamaan dengan memekarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) mendapat dukungan. Rencana ini dinilai pas untuk mengimbangi ketimpangan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama dan keagamaan.

“Kami mendukung ide dari Wamenag ini, idenya bagus untuk melakukan transformasi pendidikan agama dan pendidikan keagamaan yang selama ini tertinggal,” kata Guru Besar Bidang Ilmu Kebijakan Pendidikan Prof. DR. H. Deding Ishak, SH., MM. melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Menurut Deding, ketertinggalan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan dibanding pendidikan umum adalah karena pendidikan agama dan pendidikan keagamaan kurang mendapat perhatian. Pendidikan di perguruan tinggi keagamaan misalnya hanya ditangani oleh setingkat direktur dengan anggaran yang terbatas.

“Hal inilah yang menyebabkan pendidikan tinggi keagamaan tertinggal dibanding pendidikan umum. Selain karena hanya ditangani seorang direktur juga anggarannya ini sangat kecil,” ujar Deding yang juga mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI menegaskan.

Ketua STAI Yapata Al-Jawami ini juga berharap Kementerian Agama segera bisa melakukan reformasi pendidikan agama dan pendidikan keagamaan dengan memekarkan Ditjen Pendis agar pendidikan agama dan pendidikan keagamaan di lingkungan Kemenag bisa mengakselerasi kemajuan pendidikan umum.

Sebelumnya Wamenag Romo Muhammad Syafi'i membahas rencana transformasi pendidikan agama dan keagamaan dan pemekaran Ditjen Pendis dengan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta Selatan. Wamenag mengungkapkan bahwa saat ini Naskah Akademik (NA) terkait transformasi pendidikan ini sedang disusun.

Romo Syafi'i menyoroti ketimpangan struktur organisasi dan birokrasi yang menaungi pendidikan tinggi umum dan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Menurutnya, perbedaan alokasi anggaran antara perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi keagamaan (PTK) sangat mencolok. Itu bukan rahasia lagi, anggaran untuk UI (Universitas Indonesia), itu sama dengan anggaran untuk 12 UIN (Universitas Islam Negeri). Karena UI di bawah menteri. sementara PTK Kemenag di bawah Direktur, yaitu Direktur Pendidikan Tinggi. Wamenag berharap strukturnya bisa ditingkatkan menjadi setingkat Direktorat Jenderal.

Dia pun mengungkapkan rencana untuk menata ulang struktur pendidikan Islam di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan dimekarkan menjadi beberapa Direktorat Jenderal baru. "Jadi Ditjen Pendidikan Islam itu mau dimekarkan jadi Ditjen Pendidikan Tinggi Keagamaan, Ditjen Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Keagamaan, Ditjen PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Lalu akan didirikan juga Fakultas Industri Halal, menambah satu direktorat vokasi, dan mengubah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Keterampilan menjadi MAN Kejuruan," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kini Kementerian Agama berproses sebagai kementerian dengan dua portfolio utama, yakni pendidikan agama dan layanan keagamaan. "Jadi saya ingin mendefinisikan Kementerian Agama itu dalam dua portfolio. pendidikan agama dan pelayanan agama," ujar sosok yang akrab disapa Romo ini.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.