Rembug Bedas di Rancaekek, Bupati Dadang Supriatna dan Warga Bahas Juga Soal Sampah
VISI.NEWS | RANCAEKEK - Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna dalam Rembug Bedas yang digelar di desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek, pada Rabu (6/9/2023), mecoba mendengarkan aspirasi masyarakat mengenai desa mereka.
Dalam kegiatan tersebut, sama seperti kegiatan Rembug Bedas sebelumnya, Bupati Dadang Supriatna menjabarkan seluruh program kerja yang telah berlangsung maupun yang baru dibuat. Beberapa diantaranya program tenaga kerja meliputi pelatihan, bisnis, budi daya ikan dan banyak lainnya.
Dadang Supriatna juga menjelaskan mengenai program pinjaman, insentif perangkat desa, insentif ustad, dan program pendidikan yang baru ia buat.
Setelah menyinggung seluruh program kerja yang dibuatnya, Bupati Bandung, Dadang Supriatna menanggapi aspirasi masyarakat desa Bojongsalam khususnya mengenai isu lingkungan di desa tersebut.
Longsor dan banjir di wilayah Rancaekek merupakan fenomena yang beberapa kali terdengar. Salah satu warga menyampaikan aspirasinya mengenai longsor di desa tersebut.
Dadang Supriatna menanggapinya dengan meminta panitia normalisasi sungai pada kegiatan 100 hari kerja Bupati Bandung untuk membantu penanggulangan bencana tersebut.
“Eta lamun dianggar, lamun ngagunakeun APBD sekitar 40 sampe 50 miliar ”, ungkapnya.
Isu lingkungan lainnya yaitu sampah. Sampah di Kabupaten Bandung sendiri dapat mencapai 1.300 ton perhari. Menanggapi hal tersebut Bupati Bandung mengatakan sudah melakukan pengolahan dan sudah dilakukan tes pola Refused Derived Fuel (RDF), serta hasilnya nanti dapat dijual dan masuk industri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!