Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Rembug Bedas di Rancaekek, Bupati Dadang Supriatna dan Warga Bahas Juga Soal Sampah

ED
Kamis, 7 September 2023 | 04:08 WIB
Bagikan
Rembug Bedas di Rancaekek, Bupati Dadang Supriatna dan Warga Bahas Juga Soal Sampah

VISI.NEWS | RANCAEKEK - Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna dalam Rembug Bedas yang digelar di desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek, pada Rabu (6/9/2023), mecoba mendengarkan aspirasi masyarakat mengenai desa mereka.

Dalam kegiatan tersebut, sama seperti kegiatan Rembug Bedas sebelumnya, Bupati Dadang Supriatna menjabarkan seluruh program kerja yang telah berlangsung maupun yang baru dibuat. Beberapa diantaranya program tenaga kerja meliputi pelatihan, bisnis, budi daya ikan dan banyak lainnya.

Dadang Supriatna juga menjelaskan mengenai program pinjaman, insentif perangkat desa, insentif ustad, dan program pendidikan yang baru ia buat.

Setelah menyinggung seluruh program kerja yang dibuatnya, Bupati Bandung, Dadang Supriatna menanggapi aspirasi masyarakat desa Bojongsalam khususnya mengenai isu lingkungan di desa tersebut.

Longsor dan banjir di wilayah Rancaekek merupakan fenomena yang beberapa kali terdengar. Salah satu warga menyampaikan aspirasinya mengenai longsor di desa tersebut.

Dadang Supriatna menanggapinya dengan meminta panitia normalisasi sungai pada kegiatan 100 hari kerja Bupati Bandung untuk membantu penanggulangan bencana tersebut.

Eta lamun dianggar, lamun ngagunakeun APBD sekitar 40 sampe 50 miliar ”, ungkapnya.

Isu lingkungan lainnya yaitu sampah. Sampah di Kabupaten Bandung sendiri dapat mencapai 1.300 ton perhari. Menanggapi hal tersebut Bupati Bandung mengatakan sudah melakukan pengolahan dan sudah dilakukan tes pola Refused Derived Fuel (RDF), serta hasilnya nanti dapat dijual dan masuk industri.

Ieu urusan sampah teh lain urusan pamarentah pusat, tapi kalau kita membicarakan sampah Kabupaten Bandung ngahasilkeun 1.300 ton per hari, kenapa? Karena jumlah penduduknya 3,7 juta jiwa, hitung saja 0,5 kilo per orang, maka kurang lebih 1.300 ton. Tapi kita sudah lakukan pengolahan, dan kemarin sudah mulai tes untuk pola RDF, sehingga hasil dari pada RDF ini nanti kita jual atau misalkan masuk industri”, ujar Bupati Bandung tersebut.

@wasti marentha sihombing

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.