Relokasi Pasar Ciparay, TPS Segera Difungsikan Ada yang Siap Borong Kios
Lebih lanjut, dikatakan Dedi, GNPK-RI mengklaim telah menampung keluh kesah atau aspirasi-aspirasi para pedagang Pasar Ciparay. "Iya kata pihak GNPK RI, mereka menampung aspirasi dari para pedagang pasar terkait ada atau tidaknya indikasi korupsi, " katanya.
Padahal, kata Dedi, kan sudah jelas juga Pemdes dananya dari pihak ketiga dan ini investasi murni dari pihak ketiga tersebut, tidak ada dari APBD maupun APBN. Jadi apanya yang akan dikorupsi.
Tapi, katanya, pihak pengembang maupun pemerintahan desa sendiri tidak keberatan dengan adanya pengawasan atau kontrol sosial dari masyarakat.
"GNPK RI meminta klarifikasi tentang revitalisasi Pasar Ciparay baik secara lisan maupun tertulis dari Pemdes Ciparay. Kami langsung jawab juga secara lisan. Bahkan sebetulnya ini bukan pertemuan pertama kali saya dengan pihak GNPK-RI Jabar Sebelumnya sudah saya sampaikan secara lisan, tetapi mereka meminta jawabannya secara tulisan. Itu sudah dibikinkan oleh Sekdes, yang tulisan itu kan sudah dibuat tinggal dikirimkan ke GNPK-RI, " bebernya.
Dedi mengatakan, menurut pihak Ormas tersebut, para pedagang Pasar Desa Ciparay minta ditangguhkan program Revitalisasi Pasar hingga Tahun 2025.
"Hal itu kan sudah ada aturan sesuai Permendagri No. 1 tahun 2016, pasalnya Bangun Guna Serah terjadi tiap 20 tahun sekali. Ini dulu direvitalisasi tahun 2000 sekarang kan sudah melebihi masanya, gak bisa ditunda lagi," tegasnya.
Dedi mengatakan, ia tidak bisa buru-buru memberikan jawaban tertulis karena perangkat desanya juga harus melayani kebutuhan warga masyarakatnya sendiri yang harus segera didahulukan.
"Untuk itu kepada pihak manapun agar sedia bersabar, dan salah satunya kepada pihak GNPK-RI. Kami harap nanti di hari kerja bisa segera diklarifikasi atau diberi jawaban tertulisnya," pungkasnya.@gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!