REFLEKSI | Waktu Kita
Oleh Bambang Melga Suprayogi
PERJALANAN waktu awal manusia, adalah dimulai sesaat setelah kelahirannya, ia terus berjalan seiring waktu, berkembang setiap saatnya, dari detik yang berdetak, menit yang genit merambat, dan jam yang teguh berganti.
Tak bisa dipungkiri, kita semuanya dibesarkan oleh sang siang maupun waktu malamnya, ditutup oleh sang waktu untuk umur awal kita, dan masuk pada umur berikutnya, lewat akhir tahun dan awalan waktu tahun penggantinya.
Yaa, itulah diri kita ini... Kita semua seperti anak-anak yang dibesarkan oleh sang waktu.
Sehingga kita pun diingatkan olehNya, untuk bisa berjanji pada waktu, "Demi Waktu, Demi Masa."
Janji Allah mengingatkan kita pada waktu, mengharuskan kita sadar pada keberadaan diri yang tak lepas dari bayangan waktu itu sendiri.
Waktu dan masa yang mengantarkan kita setiap saatnya, akan kita tinggalkan, dengan jejak waktu kita, dalam bayangan baik, atau buruk dari waktu yang kita telah tinggalkan itu.
Waktu untuk kita yang lalai, hanya meninggalkan kesia-siaan !
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!