REFLEKSI | Ustad dan 'Umat' Medsos
Ustad Youtobe, adalah istilah yang dimunculkan karena sosok ustad ini mengemas syiar dakwahnya dari YouTube. Sehingga dengan saluran chanel yang ia siapkan, para jamaah yang menontonnya, otomatis bisa menjadi followers atau pengikutnya, dimana ketika mereka me-likes, memberi jempol, untuk menunjukan rasa sukanya, maka setiap like meninggalkan rekam jejak yang mampu terbaca oleh mesin, dan like menjadi barometer, masuknya iklan tertentu sehingga menghiasi channelnya, yang dari situ itu bisa menghasilkan uang.
Pergeseran tehnologi dengan keberadaan YouTube telah memberi ruang bagi syiar Islam untuk tampil lebih luas, dan mampu menjangkau berbagai kalangan, dimanapun berada, selagi sinyal dari provider bisa ditangkap para jamaah di daerahnya.
Banyaknya isi dakwah yang ditampilkan dalam YouTube yang kita bisa saksikan, merupakan fenomena dari sebuah oase yang nyata kebenarannya, maupun hanya sebuah fatamorgana.
Yang nyata kebenarannya adalah, ketika dakwah yang di sampaikan para ustad tersebut, merupakan dakwah bil haq, yakni dakwah yang membuka pintu hati, memberi pemahaman haqiqi tentang ajaran moril yang membuat kita sebagai manusia tumbuh rasa kecintaan kita pada kebenaran sejati, kemanusiaan, ke illahiyahan, yang semakin menyadarkan kita, pada fungsi dan peran kita, sebagai manusia yang harus bermanfaat bagi manusia disekelilingnya, dan menjadi manusia yang memiliki sifat rahmatan lil alamin, yang mampu memberi rahmat bagi sekelilingnya.
Semoga usaha kita dalam mencari ilmu agama, mampu di imbangi oleh kemampuan kita memilih ustad yang memiliki ke alim'an, berilmu tinggi, memiliki sanad keilmuan yang jelas, mampu menundukkan hati yang keras menjadi hati lunak yang memunculkan potensi ketauhidan murni yang semakin menambah ketaqwaan kita.
Mari kita abaikan dari sekarang dakwah ustad di medsos yang membangun intoleransi, membangun perpecahan dan permusuhan, menghasut umat untuk menumbuhkan kebencian baik pada individu, golongan, apalagi terhadap pemerintah sebagai ulil amri bagi kita semua.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!