REFLEKSI | "Tong Hayang Ditonton ku Batur"
Hayang ditonton ku batur. Merupakan sikap menampakan diri, dengan kesombongan atas apa yang bisa ia tampakan, dan ia perlihatkan, pada orang lain bahwa ia lebih unggul !
Persis seperti kesombongan iblis, saat ia tak mau tunduk pada Adam, saat ia diperintahkan untuk bersujud sebagai perintah, titah Allah pada iblis...
Dan iblis tak mau sujud, karena ia merasa paling unggul dalam penciptaan dirinya.
Maka pembangkangan itulah awal dari ia menjadi mahluk terlaknat, setelah sebelumnya ia merupakan ahli ibadah, ahli salat, dan ahli sujud.
Hayang ditonton ku batur, merupakan sikap kita yang lupa diri, karena kendalinya hati sudah dikendalikan setan yang maha takabur.
Maka tong hayang ditonton ku batur, merupakan cara kita menyembunyikan amal saleh kita, yang membentuk akhlak kita jadi mulia, dan ketinggian ilmu yang kita dapat, mampu membentuk hati kita jadi taat, jadi mahluk mulia, yang mampu memuliakan ciptaan Tuhan, memanusiakannya sebagai manusia, apapun bentuk perwujudan manusianya, hingga kita dapat menghormatinya, tak membedakan mereka, karena esensinya, "semua ciptaan Gusti nu maha suci".
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!