REFLEKSI | "Tong Hayang Ditonton ku Batur"
Manusia jadi sangat terpuruk ! Terpuruk mengikuti hal buruk, dekat pada hal yang menyesatkan, pada sesuatu yang menenggelamkan keimanannya, hingga kita akhirnya mejadi papa, jatuh terpuruk, miskin iman, miskin harta amal soleh, hal yang berharga, yang sebetulnya, harus bisa kita kumpulkan untuk bekal pulang kita keharibaanNya.
Tong hayang ditonton ku batur! Merupakan hal yang terkait dengan sikap ria, sikap sombong, ingin pamer, ingin di aku, ingin di puji manusia, bukan untuk dibanggakan Allah.
Di sini manusia tertipu, dirinya sendiri ! Di sini manusia terkecoh tipu daya setan yang maha halus.
Setan selalu menyatu dalam diri anak manusia, turunan Adam, ia seperti bayangan, sabar penguntit, mau menunggu dengan kesabaran tinggi, hingga pada saatnya tiba, ialah yang akan memalingkan kebeningan, dan kelurusan hati kita menjadi berbelok, tujuan kita tak lagi padaNya, amal kita habis, karena dipakai untuk kesombongan, kejumawaan, seperti halnya karakter setan, iblis sang laknatulloh.
Tong hayang ditonton ku batur ! Ini terkait keberhasilan kita dalam masalah mengumpulkan hal duniawi, maupun hal akhiratnya, yang harusnya menjadi kebaikan, menjadi harta karun diri, simpanan tabungan yang berharga untuk bekal di akhirat, yang terjadi, kita malah bangkrut, keberhasilan kita malah menjadi keburukan bagi kitanya.
Itu karena apa ?
Ini karena terkait jiwa yang terbimbing akhlak mulia, atau kita terkontaminasi dengan akhlak buruk !
Ini juga terkait dengan adanya ilmu yang bermanfaat, yang memahamkan kita pada jalan keselamatan hidup di dunia, atau hidup di akhirat, yang dengan ilmu itu, membawa kita pada kebermanfaatan atas terteranginya kita karena ilmu, atau malah menjadi ilmu yang mudharat, yang tidak menyelamatkan hidup kita di kedua kehidupan yang kita lalui ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!