REFLEKSI | "Tong Hayang Ditonton ku Batur"
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
INI merupakan ajaran Mang Abah, seorang manusia yang mencari jalan sunyi, yang akhirnya, banyak hikmah yang tersampaikan darinya, bukan dari ucapannya, tapi dari akhlaknya yang mampu menjadi penguat narasi ini dibuat...mari kita seksama maknai...
Manusia sudah lumrah tempatnya lalai, banyak yang lupa bahwa ia selalu diawasi setan, setan di dekatnya saja ia tak merasa, kemanapun ia berjalan, setan menjadi bayangannya.
Lalu adakah bayangan itu berwarna putih ? Bayangan selalu berwarna hitam !
Yang artinya, perwujudan kita sebagai seseorang yang merupakan anak turunan Adam, tak berdiri sendiri, tanpa bayangan! Putih bersih, murninya kita, oleh setan ingin ia warnai menjadi pekat hitam.
Pastinya, bayangan akan selalu ada mengikuti kita, kemanapun kita melangkah...dengan kata lain, setan, jin, dekat membayangi kita, salah-salah kita tak mampu menjaga hati, menjaga pikiran, maka setanlah yang akan mengambil alih pikiran, dan hati kita itu.
Hal inilah yang menjadikan mahluk musuh segenap keturunan Adam itu, mampu memasuki celah kedirian kita, hingga kita gampang dimasuki dan dirasukinya.
Dengan satu maksud, dari si setan itu sendiri, yakni, menutup kebeningan hati, mengotorinya hingga dosa menjadikan hati kita gelap, dan setelah kegelapan itu ada, maka kendali perilaku, kendali karakter, kendali diri yang cenderung ke hal kebaikan, di belokan oleh setan...
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!