REFLEKSI | Syukuri Nafas Kita
Oleh Bambang Melga Suprayogi
KELAHIRAN kita di dunia ini, merupakan bukti kehadiran Allah bersamamu. Ya, Allah menyertaimu, semenjak engkau berada di dunia dengan kepolosanmu, dan dengan tangisan munggil yang kau perdengarkan.
Nafas sudah kau hirup, setelah kita keluar dari rahim ibu kita, sesaat setelah kita terlahir. Dengan bernafas kita hidup. Dengan bernafas kita tumbuh. Dengan bernafas kita beranak Pinak.
Bahkan, sampai akhirnya kita pun mati, itu karena nafas sudah tak ada lagi menyertai kita.
Bernafas adalah hakekat kehidupan. Bernafas adalah hakekat kesadaran. Dan dengan bernafas juga harusnya kita memiliki rasa cinta dan kasih sayang sejatiNya.
Mengapa rasa cinta harus ada menyertai kita Selama kita masih bernafas! Mengapa rasa kasih sayang yang sejati, harus ada saat kita sedang dalam bernafas.
Barnafas, itu hidup. Cinta itu suatu perasaan yang membawa bahagia. Maka hiduplah kita dengan nafas yang membawa perasaan bahagia.
Ya, bernafas dengan bahagia badan penuh cinta itu ternyata asik, dan itu indah! Sehingga sangat kuat ikatan antara nafas dan cinta, yang semuanya menyatu, bagai satu satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!