REFLEKSI | Syukuri Nafas Kita
Bernafas itu kesadaran. Dan rasa kasih sayang sejati, adalah rasa sayang haqiqi, yang tak membedakan kita dalam banyak perbedaan, baik keyakinan, ras, warna kulit, dan suku bangsa.
Maka bernafaslah kita dengan kesadarannya Dia yang maha Rahman dan maha Rohim, yang pastinya, penuh cinta, dan kasih sayang, dengan kesadaran yang menumbuhkan kebahagian.
Sahabat, manusia beragama itu perlu bernafas. Nafasnya orang beragama itu kesadaran. Apapun niatmu. Bagaimanapun syarat wajib dalam agama mu untuk memulai ibadah itu jawabnya hanya satu, harus ada nafas, dan ia masih bernafas. Jika tak ada nafas, maka selesai semua tugas kita, dan ibadah kita itu. Maka bernafaslah kita dengan kebenaran.
Ketika kita sudah tak bernafas, tak ada lagi kewajiban kita untuk menebar cinta, dan kasih sayang. Selesai tugas kita. Selesai kiprah kita. Cinta dan kasih sayanglah nanti, yang akan menjemput kita di alam berikutnya, setelah kehidupan kita berakhir. Dan kita dalam ketenangan yang damai. Mari kita klik...menyatukan nafas dan tebar kebaikan. Syukuri nafas kita, jangan sia-siakan hidup kita. Jala kebaikan sebanyak mungkin, mumpung nafas kita masih menggerakan kita berbuat banyak hal yang bermanfaat, amin.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!