REFLEKSI | Senyuman
Senyuman manusia itu laksana bunga yang wanginya semerbak, sehingga seperti halnya bunga, maka manusia menyukai wanginya, membayangkan wanginya, dan memberi kebahagian, keceriaan, serta semangat.
Senyum adalah bahasa hati yang tersampaikan lewat bibir kita. Dan bahasa hati itu, akan dikenali juga oleh hati lainnya milik setiap kita.
Lihat senyum dari bayi yang belum bisa berucap. Lihat senyum anak-anak yang kecil, anak remaja, orang tua, sampai pada senyum mereka yang sudah berusia lanjut !
Semua senyuman yang nampak tersebut, ternyata memiliki aura, memiliki pengaruh positif, yang bisa menggetarkan hati-hati manusia lainnya, sehingga akhirnya, itu bisa saling berbalas senyum, yang mampu menunjukan satu kebaikan, satu kemaslahatan, ada tegur sapa yang terjadi, dari hati, antar hati, tampa perlu bersuara, dan kita mendapatkan karenanya kedamaian, kebahagian, ketulusan, serta semangat saling cinta, semangat saling mengasihi, menghormati, dan menghargai, yang tertangkap kesannya semua itu, oleh hati kita yang merasakannya.
Sehingga pantas Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu” (Sahih, HR Tirmidzi no 1956).
Dan sabda lainnya adalah, "Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia" (HR. Al Hakim).
Nabi adalah manusia utama yang paling banyak tersenyum, dan itu adalah akhlaq Nabi yang digambarkan dalam hadits riwayat At-Tirmidzi juga disebutkan bahwa Aisyah ra. mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah.” (HR. At-Tirmidzi)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!