REFLEKSI | Salah Jalan
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
SALAH JALAN merupakan suatu pembelajaran dalam hidup, karena Allah ingin memberikan penguatan, pengalaman, yang bisa kita jadikan hikmah, bagi diri sendiri, dari apa yang sudah dilewati, sebagai bekal kearifan kedepannya.
Salah jalan bisa berupa sesuatu yang berupa dosa besar yang di lakukan anak manusia, maupun dosa-dosa kecil yang terus ditumpuk, hingga tak terasa, itu melegamkan hati anak manusia tersebut.
Nabi Adam sebagai manusia pertama pun, tak lepas dari ke khilafan, dengan melanggar apa yang telah Allah pesankan, dan terlarang bagi dia mendekatinya, hingga Adam lupa, dan melanggarnya, larangan Allah yang maha besar telah Nabi Adam langgar.
Hingga apa yang terjadi kemudian dengan Adam adalah, Allah menghukumnya langsung, dengan menurunkan keduanya ke bumi, bersama ibunda kita Siti Hawa.
Hukuman ini memberi pembelajaran kepada mereka berdua, yakni dengan di pisahkan oleh jarak, dipisahkan oleh perbedaan alam, dan waktu yang berbeda.
Hukuman yang sangat berat dan memukul mental keduanya, sampai mereka harus saling mencari, menguatkan tekad, berusaha sekuat tenaga, berpayah-payah, dan melakukan upaya terbaik, tentunya terus melakukan pertaubatan, meminta ampunan, hingga Allah memberi jalan, untuk akhirnya mereka bisa bertemu dan di pertemukan kembali.
Salah jalan, untuk manusia yang mencari jalan yang benar, ia berusaha selalu dalam koridor jalannya Allah yang diridhoi. Ia selalu menginginkan jalan yang lurus, jalan yang terang benderang dalam cahayaNya, jalan yang lancar, jalan yang benar, dan jalan yang membawa keselamatan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!