REFLEKSI | Saat "Ditenggelamkan" oleh Allah
Munajat cinta kita padaNya, harus bergaung dalam situasi ini. Kuatkan ikatan cinta kita, karena Allah pada situasi kita dalam persoalan yang kita hadapi, Ia sedang dekat-dekatnya pada kita.
Dia ingin ada hubungan khusus yang tak kita lewatkan ! Kitanya saja yang harus pintar membaca situasi ini !
Bahwa dalam persoalan hidup, ada Allah yang sangat dekat, ada jalan yang akan membuat kita teruji imannya, dan ada kualitas diri yang nantinya akan terbangun kuat, hingga kita memiliki mentalitas, dan karakter sebagai seorang beriman yang tangguh.
Nabi Yunus tertolong oleh munajatnya. Nabi Ibrahim tertolong oleh munajatnya takala ia dibakar api, hingga api jadi dingin dan tak mencelakainya.
Begitupun Nabi Muhammad SAW, bahkan semua persoalan yang mendera Nabi kita, beliaunya malah bisa membangun banyak munajat-munajat cinta, yang munajat itu di wariskan pada umatnya.
Maka berbahagialah kita, dengan bekal doa munajat dari sang Nabi.
Itu adalah warisan hebat, bekal yang dasyat untuk umatnya pakai.
Munajat Nabi SAW, sebagai salah satu munajat terindah yang bisa kita bacakan, merupakan bekal untuk membangun kedekatan kita, dan kita bisa di cintaiNya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!