REFLEKSI | Saat "Ditenggelamkan" oleh Allah
Ketawakalan kita merupakan obat mujarab, yang mampu memberikan imun kekebalan penambah keimanan kita.
Manusia sudah digariskan menghadapi persoalan-persoalannya. Manusia sudah dibekali, bagaimana ia bisa menyelesaikan semua rintangan, yang ia temukan sebagai persoalan hidup buat dirinya.
Maka jangan resah menghadapi persoalan hidup kita. Sebagaimana pun beratnya, selama kita masih di beri nikmat sehat dan nikmat bernafas, serta nikmat iman, maka akan selalu ada jalan tak terduga, kala kita selalu berbaik sangka pada Allah sang pemberi persoalan itu sendiri.
Datangnya persolan, kadang kita serasa ditengelamkan oleh Allah, terlempar pada laut tak bertepi, dan kita serasa ada dalam kesendirian.
Nah...Itulah hal terbaik dan perasaan yang paling indah yang langsung kita alami.
Mengapa demikian ?
Ketika kita disana, dalam persoalan yang menghimpit, dan kesulitan besar yang menghadang, dan kita masuk pada persoalan di uji itu, disinilah kita sedang di hadapkan pada fase kesadaran diri, bahwa hanya ada kita, dengan Allah saja, pada situasi tersebut yang kita sedang alami ini.
Tak ada pegangan terindah selain Dia yang maha besar. Tak ada penolong selain Dia yang maha membantu. Maka itulah jalan bagi terbukanya, kesempatan pada kita untuk melakukan munajat kecintaan kita padaNya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!