REFLEKSI | Roda Hidup Berputar
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
KITA hanya bagian dari kisah-kisah manusia, yang akan dibaca kisahnya oleh mereka yang mengikuti kisah kita.
Kita ini wayang, dengan Lakon dalam peran drama yang sarat konflik seperti di cerita Barata Yudha, versi kita sendiri, atau di seri Rama Sinta, yang kita buat seperti cerita milik kita.
Yaa..kita sombong, kita jumawa, kita sok kaya, atau kita dalam peran akhlak karakter tercela lainnya, itu hanyalah peran sesaat...!
Ketika peran itu selesai, kita dihadapkan pada peran sesungguhnya, dimana kita tak lebih dari manusia yang tak memiliki daya upaya, tak memiliki kekuatan, dan tak memiliki kehebatan lainnya yang abadi.
Jika sudah berada di posisi ingat, sadar, bisa berintrospeksi diri, namun itu sudah terlambat, dan waktu tak akan pernah bisa mengembalikan kita pada masa kita dulu pernah berjaya.
Tersadarlah kita, betapa kepongahan dan kejumawaan kita, tak lebih dari bahan para setan untuk menertawakan diri kita yang polos, akan nilai-nilai agama yang mengajarkan banyak tuntunan kebenaran, kebaikan, dalam membangun hati, kepribadian, dan kesalehan sosial yang harusnya jadi bekal kita dalam meniti kehidupan yang berarti, dan berkualitas.
Manusia gudangnya khilaf itu sudah pasti. Manusia tempatnya bersombong ria, ya memang dominannya, demikian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!