IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Roda Hidup Berputar

ED
Sabtu, 12 November 2022 | 06:20 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Roda Hidup Berputar

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

KITA hanya bagian dari kisah-kisah manusia, yang akan dibaca kisahnya oleh mereka yang mengikuti kisah kita.

Kita ini wayang, dengan Lakon dalam peran drama yang sarat konflik seperti di cerita Barata Yudha, versi kita sendiri, atau di seri Rama Sinta, yang kita buat seperti cerita milik kita.

Yaa..kita sombong, kita jumawa, kita sok kaya, atau kita dalam peran akhlak karakter tercela lainnya, itu hanyalah peran sesaat...!

Ketika peran itu selesai, kita dihadapkan pada peran sesungguhnya, dimana kita tak lebih dari manusia yang tak memiliki daya upaya, tak memiliki kekuatan, dan tak memiliki kehebatan lainnya yang abadi.

Jika sudah berada di posisi ingat, sadar, bisa berintrospeksi diri, namun itu sudah terlambat, dan waktu tak akan pernah bisa mengembalikan kita pada masa kita dulu pernah berjaya.

Tersadarlah kita, betapa kepongahan dan kejumawaan kita, tak lebih dari bahan para setan untuk menertawakan diri kita yang polos, akan nilai-nilai agama yang mengajarkan banyak tuntunan kebenaran, kebaikan, dalam membangun hati, kepribadian, dan kesalehan sosial yang harusnya jadi bekal kita dalam meniti kehidupan yang berarti, dan berkualitas.

Manusia gudangnya khilaf itu sudah pasti. Manusia tempatnya bersombong ria, ya memang dominannya, demikian.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.