REFLEKSI | Rezeki
Tidak bisa kita hidup asal hidup, atau biarkan hidup mengalir seperti air yang mengalir, ini bukan sikap para pejuang kehidupan.
Karena sikap para petarung unggul kehidupan adalah, kita harus jadi pemenang, kita harus mampu jadi manusia andal, yang bisa mengendalikan kehidupan kita kedepannya.
Maka tak heran, pengalaman dilapangan banyak dimenangkan oleh mereka yang mau berperih-perih di masa diawal, sambil ia banyak belajar menyikapi gerak zaman...hingga akhirnya, ia tahu langkah apa yang diperlukan, dan bagaimana ia memanfaatkan peluangnya.
Para manusia yang pasif, maupun yang aktif, semuanya akan mendapatkan bagian, sesuai porsi dari apa yang ia perjuangkan buat hidupnya.
Kebahagiaan maupun kepahitan sebenarnya kitalah yang menciptakan.
Tuhan hanya meminta kita untuk berikhtiar di dunia, agar kehidupan kita diperjuangkan oleh diri kita sendiri.
Kehidupan sendiri, sudah dipastikan siap untuk membukakan pintu-pintunya, rezeki selalu tersedia di setiap pintu tersebut, namun syarat nya, kunci pintunya itu sendiri, harus kita miliki terlebih dahulu.
Saat mengambilnya bagian rezekinyapun, takarannya sudah pasti, itu akan disesuaikan dengan wadah yang sudah kita persiapkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!