REFLEKSI | Rahasia Hati
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
HATI kita merupakan hadiah Allah, yang mampu merefleksikan keberadaanNya, merasakan kemahabesaranNya, dan bisa menangkap getaran-getaran dan petunjukNya, secara langsung.
Hati manusia juga adalah kunci pembuka pintu awal untuk mampu berdialog denganNya, menyaksikanNya, dan itu dimungkinkan karena saking kuatnya hati kita memiliki daya tembus, yang tak terbatas, melebihi penglihatan indera mata kita yang seluas pandang, namun masih terhalang oleh sesuatu yang menutupinya ketika ada yang menjadi penghalang.
Maka dengan hati yang suci, bening, dibarengi pandai bersyukur, dan keikhlasan padaNya, Allah akan mengajari dengan sendiriNya, cara kita bisa sampai padaNya.
Seseorang yang sudah memiliki hati yang cukup, ia akan dilapangkan dari kesempitan, ia kaya akan kebahagiaan, walau secara kasat mata oleh orang lain, ia di anggap serba berkekurangan.
Untuk hati yang condong pada Allah, setiap ucapan yang keluar dari mulutnya adalah hikmah, ia takut akan dosa, hingga perkataannya pun akan sangat hati-hati dan tak mau menyakiti siapapun.
Hati yang sudah seperti itulah, hatinya para pemilik akhirat yang sebenarnya. Ia lebur dalam kecintaan dan kegandrungan padaNya.
Dunia yang menggiurkan dan penuh pesona hilang pengaruhnya, untuk hati yang sudah kuat hanya Allah pada dirinya, maka dalam hatinya hanya ada Allah yang memenuhi rongga dadanya, alam pikiran di benaknya, dan nafsunya, tak ada hal lain, hanya Allah, kepada Allah, dan untuk Allah saja hatinya condong.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!