REFLEKSI | Rahasia Hati
Allah, Allah, Allah, itulah dzikir dari dirinya yang tak pernah putus, dihatinya terus menyebut dzat yang menghidupkannya, hingga Allah pun menghidupkan hatinya.
Maka ketika hatinya telah hidup, pandangan batinnya luas, ia mampu menjangkau alam-alam kegaiban dalam setiap lapisan-lapisannya, ilmunya dengan sendirinya Allah tambahkan, kepekaan dan instingnya terbangun. Maka ada ujaran, "hati-hatilah pada instingnya (firasatnya) orang beriman." Apa sebab ? Bagi orang beriman yang makrifat, baginya sudah tak ada hijab dalam melihat keadaan yang sebenarnya, tak ada rahasia yang bisa di tutup tutupi, semuanya terang bagi orang yang seperti itu, karena Allah sendiri yang menghendakinya.
Maka manusia yang sudah sangat dekat denganNya, bisa merasakan Allah lebih dekat padanya dibanding kedekatan urat lehernya,
Untuk manusia yang tahapan hatinya sudah seperti itu, perkataannya tak lagi biasa, namun sudah untaian mutiara langit yang sangat berharga, dan manusia yang terus memperbaiki kondisi batinnya, kondisi ibadahnya, sudah tentu harus bisa sampai pada tahapan Allah mengajarinya.
Dan inilah ilmu yang diharapkan oleh orang beriman, laksana Adam yang diberi pengetahuan segalanya, yang pintarnya mengalahkan kecerdasaan iblis, dan Allah hadirkan kembali ilmu yang sama seperti yang di ajarkan pada Adam, kepada manusia yang ia berkahi itu dengan mewarisi ilmunya Adam, yakni laduni.
Maka bersyukurlah untuk kita yang pernah merasakan pengalaman batin sampai tahap ini, walau mungkin itu tak menetap secara permanen, karena kadar keimanan kita yang naik dan turun.
Namun setidaknya Allah pernah menghadirkan diriNya, cukup dekat dengan kita pada suatu masa, ketika hati kita pernah tertata dengan baik, hasil konsistensi kita memperbanyak rzikir, memperbanyak syukur, dan menguatkan amalan keikhlasan yang kita hadirkan dalam menghadapi apapun yang diberikan Allah yang kita rasakan.
Hati kita laksana mata, yang kebalikannya dari mata fisik yang mampu menangkap apa yang ia bisa lihat secara zhahir (tampak) sedangkan mata hati kita yang sudah terberkahi, akan mampu melihat apa yang tersembunyi, yang awalnya tertutup tirai kegaiban.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!