REFLEKSI | Peran Kita
Lalu bila sebaliknya, ada peran nafsu, ada peran ambisi, semua akan terbaca dengan sangat vulgar, dan sangat mencolok !
Langkah kita terbaca oleh banyak mata manusia yang selalu memperhatikan gerak gerik dan polah kita.
Semua manusia akan sangat mudah membaca langkah kita yang blunder, dan konyol.
Tinggal...apakah kita sadar, akan keadaan diri, yang ada dalam pengamatan seluruh mata manusia itu, yang semuanya tertuju pada kita !
Di sinilah perlunya pegangan keimanan. Agama berfungsi sebagai pengingat bagi kita, untuk selalu berpijak pada kebaikan
Nafsu akan sangat mendominasi, dan ia, membuat karakter kita tidak alamiah, ketika kita jauh dari agama, dan keimanan.
Nafsu selalu panas, ia akan membawa sikap kita, pada keadaan tidak bisa mengontrol diri.
Jika keadaan nafsu itu dominan, maka kita bablas, tak memiliki rasa yang kuat dalam pertimbangan membangun reputasi citra diri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!