REFLEKSI | Patok Doa Karuhun
Masa di mana kita sebagai pelanjut kakek moyang kita, melakukan permohonan doa terbaik, sebagai doa balasan bagi karuhunnya.
Yang di lakukan oleh kita, untuk mendoakan kembali para kakek buyut kita, agar mereka pun, mendapatkan pula tempat termulia, tempat terindah, di ampuni juga salah dan khilafnya.
Hingga para eyang-eyang kita, karuhun-karuhun kita, bahagia di alam barzahnya, alam kehidupan setelah kematian, yang mereka tempati sekarang.
Dan jangan katakan mereka mati. Karena sesungguhnya jiwa mereka terus hidup mendampingi kita. Melihat terus anak cucunya, namun kita tak mampu melihat mereka.
Dan dengan demikian, antara doa mereka para karuhun, dan doa kita generasi setelahnya, saling kuat menguatkan, saling padu memadukan, sehingga hal terindah yang nampak adalah, doa kita sekarang, dan doa Karuhun di masa lalu, mampu jahit menjahit, menjadikan kita generasi rabbani yang selalu Allah cintai. Subhanallah.
Maka pesan dari seorang yang sangat mumpuni dan salaf Mang Haji Abah, "Janganlah kita berusaha mencabut patok yang sudah dibuat para karuhun kita itu. Belum tentu kita bisa membuat patok dengan kualitas terbaik.
"Maka jaga dan syukuri apa yang sudah para karuhun itu buat untuk kebaikan kita, jangan kita tolak, sebab tak akan mampu kita menghapus doa titipan karuhun kita, yang sudah Allah berkahi itu".
Alhamdulillah, narasi ini merupakan hikmah yang penulis kembangkan dari dialog mutiara pesan, Mang Abah. Seorang sosok waliyullah yang kemudian penulis paparkan kembali... Subhanallah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!