Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026

REFLEKSI | Patok Doa Karuhun

ED
Minggu, 15 Januari 2023 | 05:46 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Patok Doa Karuhun

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

BARANGKALI kita memiliki karuhun, buyut, atau eyang. Insyaallah para tetua kita itu, selalu mendoakan anak turunannya dengan doa terbaik, doa dengan hati yang tulus, lapang, ikhlas, dan doa mahabbah, doa dengan segenap kecintaan mereka pada pemilik alam, untuk menitipkan anak cucunya pada sang pemilik kehidupan ini.

Sehingga segenap anak turunannya, sampai tujuh turunan, bahkan turunan berikutnya, selalu mendapatkan keberkahan, bisa terus menyambungkan doa, mendapat kemuliaan yang tak terputus, dengan segenap cinta-cinta yang terus bersemi dan tumbuh, dari semua anak turunannya, dari generasi ke generasi berikutnya. Alhamdulillah.

Perhatikan doa Nabi Ibrahim, doa yang dilakukan Nabi Ibrahim dalam upaya agar mendapatkan keturunan yang saleh termuat dalam QS. Ibrahim ayat 40-41:

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

Doa Nabi Ibrahim lainnya dalam QS Al-Baqarah ayat 128 yang berbunyi:

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

Yaa, para karuhun kita, kakek-kakek kita, buyut-buyut kita, mereka para orang saleh di depan kita, telah meminta pada Allah, agar segenap anak cucunya mendapatkan kebaikan pula seperti mereka.

Mereka sudah menancapkan doa, baik doa yang melangit, maupun doa yang mereka simpan di bumi.

Sehingga dengan doa-doa dari para karuhun kita itu, maka segenap anak cucunya dari generasi-generasi berikutnya, terkhusus kita yang ada di zaman ini, merupakan pelanjut perjalanan, para pendaki keimanan, yang menaiki tangga-tangga, dengan titian yang lebih ringan, karena hasil doa para karuhun kita sebelumnya, sudah seperti pembuka jalan, yang gampang di lalui para pelanjut berikutnya. Alhamdulillah.

Patok doa karuhun, merupakan jejak-jejak spiritual yang di tancapkan kakek buyut kita, guna memagari alam ruhiyah, alam rohani spiritual anak keturunannya.

Sehingga dengan meninggalkan jejak-jejak itu, anak cucunya, bisa kembali mengikuti langkah dalam membangun keimanan, mudah mencapai makrifat pada Sang Khaliq, karena dorongan doa, spirit mereka para kakek buyut, bisa menghantarkan, dan mampu membantu makrifat anak cucu kedepannya supaya bisa tertutup kepada Allah lebih mudah.

Yaa, kita telah di titipkan, oleh doa dari para karuhun, kakek buyut kita pada Sang Pencipta alam. Allah menerima titipan doa yang di hantarkan para buyut-buyut kita. Hingga Allah simpan titipan doa itu dalam laci-laci doa, maupun kotak-kotak doa, yang bertuliskan nama-nama pelanjutnya, keturunan dari generasi karuhun kakek buyut kita itu...yang terus terikat oleh doa-doa kebaikan, yang saling menguatkan.

Doa dari kakek buyut kita, menghantarkan kemuliaan pada kita keturunannya, agar menjadi manusia utama, manusia saleh, manusia luar biasa setelahnya ketiadaan mereka, sebagai pelanjut perjuangan yang pernah mereka lakukan.

Sekarang kita yang ada pada masa ini, merupakan keturunan yang entah generasi ke berapa, dari masa kakek buyut kita mendoakan kita pada masa itu dengan doa terbaiknya.

Dan bersambungnya doa itu, terjadi pada masa ini.

Masa di mana kita sebagai pelanjut kakek moyang kita, melakukan permohonan doa terbaik, sebagai doa balasan bagi karuhunnya.

Yang di lakukan oleh kita, untuk mendoakan kembali para kakek buyut kita, agar mereka pun, mendapatkan pula tempat termulia, tempat terindah, di ampuni juga salah dan khilafnya.

Hingga para eyang-eyang kita, karuhun-karuhun kita, bahagia di alam barzahnya, alam kehidupan setelah kematian, yang mereka tempati sekarang.

Dan jangan katakan mereka mati. Karena sesungguhnya jiwa mereka terus hidup mendampingi kita. Melihat terus anak cucunya, namun kita tak mampu melihat mereka.

Dan dengan demikian, antara doa mereka para karuhun, dan doa kita generasi setelahnya, saling kuat menguatkan, saling padu memadukan, sehingga hal terindah yang nampak adalah, doa kita sekarang, dan doa Karuhun di masa lalu, mampu jahit menjahit, menjadikan kita generasi rabbani yang selalu Allah cintai. Subhanallah.

Maka pesan dari seorang yang sangat mumpuni dan salaf Mang Haji Abah, "Janganlah kita berusaha mencabut patok yang sudah dibuat para karuhun kita itu. Belum tentu kita bisa membuat patok dengan kualitas terbaik.

"Maka jaga dan syukuri apa yang sudah para karuhun itu buat untuk kebaikan kita, jangan kita tolak, sebab tak akan mampu kita menghapus doa titipan karuhun kita, yang sudah Allah berkahi itu".

Alhamdulillah, narasi ini merupakan hikmah yang penulis kembangkan dari dialog mutiara pesan, Mang Abah. Seorang sosok waliyullah yang kemudian penulis paparkan kembali... Subhanallah.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.