REFLEKSI | Patok Doa Karuhun
Mereka sudah menancapkan doa, baik doa yang melangit, maupun doa yang mereka simpan di bumi.
Sehingga dengan doa-doa dari para karuhun kita itu, maka segenap anak cucunya dari generasi-generasi berikutnya, terkhusus kita yang ada di zaman ini, merupakan pelanjut perjalanan, para pendaki keimanan, yang menaiki tangga-tangga, dengan titian yang lebih ringan, karena hasil doa para karuhun kita sebelumnya, sudah seperti pembuka jalan, yang gampang di lalui para pelanjut berikutnya. Alhamdulillah.
Patok doa karuhun, merupakan jejak-jejak spiritual yang di tancapkan kakek buyut kita, guna memagari alam ruhiyah, alam rohani spiritual anak keturunannya.
Sehingga dengan meninggalkan jejak-jejak itu, anak cucunya, bisa kembali mengikuti langkah dalam membangun keimanan, mudah mencapai makrifat pada Sang Khaliq, karena dorongan doa, spirit mereka para kakek buyut, bisa menghantarkan, dan mampu membantu makrifat anak cucu kedepannya supaya bisa tertutup kepada Allah lebih mudah.
Yaa, kita telah di titipkan, oleh doa dari para karuhun, kakek buyut kita pada Sang Pencipta alam. Allah menerima titipan doa yang di hantarkan para buyut-buyut kita. Hingga Allah simpan titipan doa itu dalam laci-laci doa, maupun kotak-kotak doa, yang bertuliskan nama-nama pelanjutnya, keturunan dari generasi karuhun kakek buyut kita itu...yang terus terikat oleh doa-doa kebaikan, yang saling menguatkan.
Doa dari kakek buyut kita, menghantarkan kemuliaan pada kita keturunannya, agar menjadi manusia utama, manusia saleh, manusia luar biasa setelahnya ketiadaan mereka, sebagai pelanjut perjuangan yang pernah mereka lakukan.
Sekarang kita yang ada pada masa ini, merupakan keturunan yang entah generasi ke berapa, dari masa kakek buyut kita mendoakan kita pada masa itu dengan doa terbaiknya.
Dan bersambungnya doa itu, terjadi pada masa ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!