REFLEKSI | Nabinya Begini Umatnya Begitu
Apakah umat Islam, para pemukanya, sudah memberi kenyamanan dan keamanan pada umat lainnya, dan tidak menjadi duri dalam daging bagi saudaranya yang muslim, dengan tidak menyakitinya, baik dengan sikap, dan ucapan ?
Apakah umat Muslim sudah menjadi umat yang tercerahkan oleh wawasan keagamaannya yang membuat umat jadi faham, jadi cerdas dan kritis pemikirannya, dan tumbuh kedewasaan dalam beragama, sehingga menjadikannya semakin memiliki ahlaq mulia, dan kuat ketaqwaannya, atau malah sebaliknya, umat, atau segelintir umat, semakin meraja nafsu emosinya tak karuan, tak terkendali, sehingga keberadaan dirinya, kelompoknya, menjadi perusak marwah agamanya sendiri ?
Jika hal negatif yang sebaliknya dari nilai positif terjadi, lantas siapa yang salah ?
Kembali pada individu pribadi muslimnya ! Berguru dan dekat pada ustad seperti apa ia selama ini ! Berfaham moderat, atau berfaham radikal dan intolerankah ia ? Ingin menjadi Muslim yang meniru akhlak Nabinya, atau meniru ahlaqnya Abu Jahal, si penentang Nabi kah ia?
Semuanya kembali pada diri masing-masing. Nabinya, "Begini," ada dalam kebaikan dan menganjurkan kemulyaan, dan ketaqwaan, sedangkan hal sebaliknya terjadi, Umatnya, "Begitu," ada dalam balutan pemikiran picik, intoleran, dan penuh emosi serta kebencian.
Untuk itu, mari kita kembali pada menjadi muslim yang membangun kepribadian unggul, berahlaq mulya, dan penebar ruh Rahmatan Lil Alamin pada dunia... Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!