REFLEKSI | Menuju Satu Abad NU
Hingga yang terjadi mereka mabuk agama, terdokrin, dan sulit meninggalkan komunitas mereka, karena ketatnya pengawasan yang kadang membuat mereka putus asa, dan hampir gila sendiri, dan itu di rasa, setelahnya mereka tersadar, bahwa mereka telah salah jalan, dalam mengambil gerakan harakahnya.
Seperti ketika mereka para pemuda ini terjebak masuk kelompok yang selalu merongrong negeri ini, dalam pergerakannya, semisal, HTI, NII KW -9, JI, FPI, 212, dan kelompok sempalan lainnya yang membuat otak kritis sebagai manusia yang disempurnakan Allah, bablas jadi tumpul, dan mereka bak boneka, yang bisa disetir untuk bisa digerakan melakukan apapun, tanpa mereka bisa berpikir mendalam, baik buruknya, dan untung ruginya.
Hingga akhirnya mereka gampang diselewengkan, mudah di hasut, dan jadi benalu bagi negeri tercinta ini...bahkan mampu menghancurkan diri mereka, dengan jadi martir untuk bom bunuh diri, yang mereka anggap itu sebagai jalan jihad.
Sekarang, ketika usia NU nanti akan genap satu abad, kita semua warga nahdliyin harus segera tersadar.
Kita jangan sampai kecolongan dan gagal paham lagi, saat suatu kejadian yang baru, yang belum ada sebagai refrensi kita dalam menghadapi suatu pergerakan, perongrongan yang kreatif dan masif dari lawan NU, yang bermaksud dan bertujuan mengacaukan negeri ini, lantas kita tak bisa sikapi secara spontan...ini jangan sampai terjadi kembali !
Kita jangan gagap, dan gagal faham, atau sampai ragu, dan malu ada di barisan NU...ini terjadi pada peristiwa 212, bahkan ada macan-macan NU, yang tak sadar mereka ikut jadi corong dan pembela gerakan ini pada awalnya, hingga akhirnya tersadar, ia terhidayahi, bahwa ia telah tertipu, dan masuk perangkap ada dalam barisan mereka, dan setelah kembali kesadaran dirinya ada, ia bergegas kembali masuk dalam barisan pendekar NU... Alhamdulillah.
NU Kita sudah syarat pengalaman, di hujat, di caci, disalahkan, dan di anggap anjing herder penjaga penguasa, sudah tak asing di telinga kita.
Yang ada dari kesadaran kita dalam menyongsong satu abad Nahdatul Ulama ke depan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!