REFLEKSI | Menjaga Lidah
Perlunya bicara dengan dibarengi akal sehat, tentunya akan menghasilkan hal-hal yang baik, dan positif.
Tapi ketika bicaranya sudah dibarengi egodiri, adanya kebencian, lupa dibarengi kesadaran akal dan budi, yang terjadi adalah, ucapan seperti pendekar mabok, yang bicaranya meracau, dan meneror dengan ancaman, hingga terjadilah gejolak yang merusak ketentraman bersama.
Begitulah jika orang mabok diberi panggung, bukannya kita dapat tontonan yang melegakan, menggembirakan, dan bermanfaat !
Yang ada malah sebaliknya! Lidah sangat berbahaya jika diumbar, apalagi tampa dasar dibarengi bernalar yang baik...lidah itu kunci bagi keselamatan dan celakanya diri.
Banyak orang besar jatuh ternista sebab ucapannya sendiri. Ucapan dan mengontrol lidah, merupakan gambaran dari seorang yang cerdas. Orang cerdas, ia akan menjaga ucapannya, dan kehormatannya, juga kehormatan orang lain yang harus ia jaga.
Maka jagalah lidah kita. Jaga sebaik mungkin seperti kita menjaga benda pusaka.
Jangan coba main-main dengan lidah kita. Karena kadang jika tak dilandasi ilmu, pemahaman, kebijaksanaan, dan kemampuan mengkontrol, si lidah kita bisa seperti lidah ular !! Dia beracun, berbisa, dan resikonya, sipemilik lidah seperti itu akan di anggap berbahaya, sehingga keselamatan diri inilah taruhannya.
Sehingga pantas, Nabi berpesan pada kita untuk mampu menjaga lidah kita, seperti dalam hadist...
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!