REFLEKSI | Menikmati Rezeki

ED
Senin, 27 Februari 2023 | 05:33 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Menikmati Rezeki

Oleh Idat Mustari

KATA Dr.'Ali Al-Hammadi, di buku karangannya yang berjudul 'La Takun Syabhan,' yang sudah diterjemahkan oleh Tholhatul Choir,M.Ag : "Salah satu penyebab seseorang mempunyai perangai buruk adalah tidak pernah puas."

Ia tidak pernah puas dengan apa yang ia terima, meskipun banyak.  Yang selalu jadi masalah dalam dirinya adalah harta, terkhusus disini adalah uang

Seseorang yang menjadikan harta lebih penting dari dirinya  maka akan kesulitan mendengar saran orang lain.

Seorang penyair dalam syairnya,”Siapa yang menjadikan dunia sebagai cita-cita dan tujuannya, ia akan dicemooh oleh cita-cita dan dijauhi keinginannya.”

Seseorang yang kehilangan rasa puas dalam dirinya berakibat pula tidak siap melihat kenikmatan yang ada ditangan orang lain. Di hatinya menyimpan kebencian pada orang lain yang memperoleh nikmat. Orang yang seperti itu adalah orang yang paling panjang kesusahannya. Batinnya menderita, wajahnya kusam tak bercahaya.

Sang Bijak berkata,” Perasaan yang paling berbahaya adalah iri, karena iri hati melahirkan kebencian dan kebencian akan membunuhmu perlahan."

Seseorang yang tidak memiliki kemampuan melihat kenikmatan orang lain, disarankan untuk tidak melihat status medsos orang lain. Melihat status orang lain  di Medsos yang sedang wisata,  hati jadi  panas. Melihat orang lain sedang bangun rumah, hati laksana kebakar. Setiap melihat kenikmatan orang lain, bisa menambah penyakit, terutama penyakit hati.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.